Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 55 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur Maksimum 1.700 Meter

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 6 Agustus 2024 | 09:45 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

Radar Jogja - Teramati 55  kali guguran lava ke arah Barat daya ( Kali Bebeng ) dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman. 

Periode pengamatan Senin 5 Agustus 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Baca Juga: Kembalinya Legenda Pentas Dangdut di Purawisata, jika Ramai Bisa Jadi Reguler

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung. 

Angin bertiup tenang ke arah barat. 

Baca Juga: Purworejo Peringkat Tujuh Daerah Rawan Bencana di Jateng, Waspada Kekeringan hingga Tsunami

Suhu udara 14-26 °C, kelembaban udara 57-95 %, dan tekanan udara 873.2-918.7 mmHg. 

Gunung terlihat jelas, dan kabut 0-III. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang, tipis dan tinggi 150-500 meter di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan guguran, low frekuensi, hybri/fase banyak, dan tektonik jauh. 

Baca Juga: Bakal Dijadikan Objek Wisata, Percantik Bangunan Pelengkap Jembatan Kedung Kandang dengan Danais Rp 7,3 Miliar 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga) sejak 5 November 2020. 

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Baca Juga: MIM Kenteng, Kulon Progo bersama Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa Menyusun Langkah Pencegahan Bullying di Sekolah

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Baca Juga: DP3APPKB Bantul Lakukan Berbagai Cara Demi Tingkatkan Peran Pria Ikut KB

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#luncurkan awan panas #Luncuran Awan Panas #Luncuran lava #lava pijar gunung merapi #luncuran lava pijar gunung merapi #gunung merapi aktif #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi #Luncurkan Awan Panas Guguran