Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Sleman Targetkan Pemeliharaan Jalan Sepanjang 240 Kilometer pada 2024

Elang Kharisma Dewangga • Selasa, 6 Agustus 2024 | 03:40 WIB
PENANDA: Pengendara motor melintas di samping papan pemberitahuan perbaikan jalan di kawasan Babadan, Wedomartani, Sleman (5/8).
PENANDA: Pengendara motor melintas di samping papan pemberitahuan perbaikan jalan di kawasan Babadan, Wedomartani, Sleman (5/8).

 


RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten Sleman memiliki status jalan kabupaten sepanjang 699,5 kilometer. Sebanyak 82 persen atau sekitar 570 kilometer ada dalam kondisi mantab. Untuk menjaga kondisinya, Pemkab Sleman menargetkan bisa melakukan pemeliharaan jalan sepanjang 240 kilometer tahun ini.


"Nambal aspal yang berlubang, bahu jalan yang ada rumput kami bersihkan, talut yang rusak diperbaiki," beber Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Perumahan (DPUPKP) Sleman Suwarsono Senin (5/8).


Dia menjelaskan, pemeliharaan ini dilakukan secara swakelola oleh tim yang sudah ada di masing-masing wilayah. Baik itu Sleman timur, tengah, dan barat. "Progresnya sampai saat ini baru sekitar 50 persen," tambahnya.


Berdasarkan catatan DPUPKP, pada 29 Juli hingga 2 Agustus, ada empat ruas yang diperbaiki di Sleman timur. Di antaranya, ruas Maguwoharjo-Tajem, Seturan-Mundu, Mancasan Lor-Mancasan Kidul, dan Cepit-Mrican.


Sementara di Sleman tengah, juga ada empat ruas. Yakni ruas Ganjuran-Ngangkrik, Pancoh-Sempu, Dayu-Krapyak, dan Bangunharjo-Sempu.


Sedangkan ada enam ruas di Sleman barat. Berada di ruas Daratan-Minggir, Patukan-Krajan, Setran-Pakelan, Modinan-Karangtengah, Ngentak-Kaliduren, dan Ngaran-Rewulu. "Sumber dana dari APBD, jumlahnya sekitar Rp 8 miliar. Per kilometer itu Rp 27 juta," rinci Suwarsono.


Dia turut berpesan, bagi masyarakat yang ingin mengeluhkan kerusakan jalan, bisa menyampaikannya melalui Lapor Sleman. Maupun berbagai kanal milik di DPUPKP.


Sementara itu, warga Sleman Dian Mafilenia Febriyanti menuturkan, perbaikan jalan semestinya tidak hanya memprioritaskan kuantitas, tetapi juga kualitas. "Tidak hanya ditambal asal asalan saja. Jadinya hanya membuat jalan bergelombang dan membahayakan bagi pengendara," harapnya. (cr1/eno)

Editor : Satria Pradika
#DPUPKP #Pemkab Sleman #pemeliharaan jalan #wedomartani #papan pemberitahuan