Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Salah satu makam di Padukuhan Kaweden, Tirtoadi, Mlati yang terdampak Tol Jogja-Solo

Delima Purnamasari • Rabu, 31 Juli 2024 | 23:04 WIB

Empat Makam di Kalurahan Tirtoadi Kena Dampak Tol Jogja-Solo
Empat Makam di Kalurahan Tirtoadi Kena Dampak Tol Jogja-Solo
SLEMAN, RADAR JOGJA – Proyek Jalan Tol Jogja Solo seksi 2.2 terhambat lantaran pembebasan lahan yang tak kunjung selesai.

Salah satunya adalah empat makam yang berlokasi di Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati.

Carik Kalurahan Tirtoadi Muh Ridwan menuturkan, empat makam tersebut terdiri dari tiga makam umum yang berlokasi di Padukuhan Kaweden dan satu makam yang dikeramatkan di Ketingan.

“Makam keramat itu milik Kyai Kromo Ijoyo atau sering disebut Situs Mbah Celeng,” ujar Ridwan.

Menurut penjelasannya, tiga makam di Kaweden itu nantinya akan direlokasi menjadi satu makam besar. Lokasinya masih berada di padukuhan yang sama.

Begitu pula untuk makam Kyai Kromo Ijoyo, lokasi relokasi masih ada di padukuhan yang sama.

Semuanya menggunakan tanah kas desa.

“Semuanya bergeser ke utara tol. Untuk yang Kaweden agak menjauh dari pemukiman. Kalau yang Ketingan malah semakin dekat,” tuturnya.

Terkait pemindahan makam ini, Ridwan mengaku pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke warga.

Namun, tak menutup kemungkinan ada makam yang tidak terindentifikasi dan tidak ditemukan ahli warisnya.

Untuk lokasi pengganti makam Kyai Kromo Ijoyo, Ridwan menuturkan sudah mulai dilakukan pembersihan lahan.

Sementara untuk yang di Kaweden masih belum ada persiapan apa pun.

“Tanah pengganti di Kaweden itu sawah dan agak di bawah. Jadi, harus diurug untuk meratakan. Barangkali nanti perlu pondasi atau tanggul, tetapi nunggu izin selesai,” tambah Ridwan.

Menurut Ridwan, proses yang berjalan hingga kini adalah pengajuan izin pemanfaatan rencana relokasi di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetaru) Kabupaten Sleman.

“Harapannya bisa segera direlokasi karena sampai saat ini kalau di Kaweden ada yang meninggal masih di makamkan di lokasi yang sama. Jadi terus bertambah,” harap Ridwan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanahan Dispetaru Kabupaten Sleman Sukarmin menjelaskan, pihaknya bertugas sebagai fasilitator.

Dispetaru hanya memberi rekomendasi, sementara yang bisa mengeluarkan izin dari Gubernur DIY.

“Kami membuat nota dinas ke bupati untuk bahan rekomendasi gubernur terhadap pengeluaran izin tersebut,” ujar Sukarmin.

Sukarmin mengaku pihaknya telah melakukan pengecekan batas-batas lokasi relokasi yang bisa dimanfaatkan melalui peta digital dan tinjauan langsung ke lokasi.

Menurutnya, lokasi relokasi yang diusulkan kalurahan sudah disepakati dan disetujui baik secara tata ruang maupun pemanfaatan lahannya.

“Kami lihat warna zona tanahnya. Setelah ditinjau, bisa dilakukan proses lebih lanjut sebagai lahan pemindahan makam. Jadi aman saja,” jelas Sukarmin.

Dia mengaku ketika seluruh proses administrasi telah selesai maka pemindahan makam bisa segera dilakukan.

“Meski yang dipindah adalah makhluk yang sudah mati, tetapi harus dilakukan dengan prosesi adat ketimuran. Leluhur harus dihormati,” pesannya. 

Editor : Bahana.
#proyek tol #Tol Jogja #Sleman #tol jogja solo