RADAR JOGJA – Pembangunan Tol Jogja-Solo yang menghubungkan junction Sleman di Tirtoadi hingga Trihanggo terhambat. Pekerjaan belum dapat dilaksanakan karena adanya lahan yang belum dibebaskan.
“Dari 20 box culvert, ada satu yang belum dikerjakan karena lokasinya tepat berada di Makam Kyai Kromo Ijoyo,” ujar Humas Proyek Tol Jogja Solo Paket 2.2 Agung Murhandjanto.
Menurut Agung, Situs Mbah Celeng tersebut seluruhnya akan terdampak pembangunan tol. Pemindahannya masih menunggu izin kesesuaian tata ruang dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Sleman. “Untuk pekerjaan bore pile dari target 536 titik baru bisa dilaksanakan 424 titik,” tambah Agung.
Penimbunan tanah juga baru mencapai 70 persen. Lagi-lagi, pekerjaan urug tersebut terkendala oleh lokasi yang belum dibebaskan. Sementara, untuk pembangunan struktur jembatan di Kalurahan Tirtoadi sudah mencapai 40 persen.
Agung menuturkan, persoalan pembebasan lahan ini disebabkan karena masalah administrasi. Ada sertifikat tanah yang digunakan sebagai jaminan di bank sehingga pembayarannya harus melalui Pengadilan Negeri Sleman. Selain itu, ada ahli waris dari tanah terkait yang belum bisa ditemukan.
“Ada juga sertifikat tanah yang belum ditemukan sehingga terjadi gagal bayar dan harus dilakukan pengulangan pembayaran,” jelasnya.
Sementara untuk lahan Sultanaat Ground yang terdampak, masih belum adanya pembayaran ganti rugi bagi bangunan dan tanaman yang berdiri di atasnya. Jadi, pembangunan masih harus menunggu proses tersebut.
Dengan berbagai persoalan lahan tersebut, terdapat berbagai fasilitas umum yang belum direlokasi. Di antaranya empat buah makam, satu sekolah dasar, dan dua masjid.
“Untuk bangunan sekolah izinnya masih diproses di dinas pendidikan. Sementara relokasi masjid, izinnya masih berporses di kantor urusan agama,” tambah Agung.
Dia menjelaskan pembanguan tol seksi 2.2 hingga Selasa (30/7) ini sudah mencapai 30 persen.
Warga Sleman Ikra Widya menuturkan, seluruh proses pembangunan tol ini perlu memperhatikan para pengguna jalan. “Harus ada rekayasa lalu lntas untuk antisipasi,” ucapnya.
Dia turut berharap penggunaan tol ini ke depannya bisa berdampak pada seluruh masyarakat, termasuk warga Sleman sendiri. (cr1/eno)