RADAR JOGJA - Guna mendongkrak produktivitas hasil pertanian tahun ini Ketua DPRD Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada petani. Berupa power thresher multiguna. Alat perontok padi, jagung, dan kedelai itu merupakan hasil program pokok pikiran (pokir) ketua DPRD Kabupaten Sleman.
Usulan pengadaan power thresher muncul saat Ketua DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta menyambangi para petani di beberapa wilayah kapanewon. "Betul, dari aspirasi petani," ujar Haris di sela penyerahan bantuan secara simbolis di Aula DPRD Kabupaten Sleman, Rabu (26/6).
Haris sengaja mengalokasikan anggaran pokir untuk pengadaan power thresher sebagai bentuk komitmen sekaligus kepedulian terhadap para petani. Apalagi, saat ini tak lagi mudah menemukan tenaga kerja untuk mengolah lahan pertanian.
Baca Juga: Pahami Arti Helm dalam Berkendara Ala Honda Istimewa
Sehingga diperlukan alsintan. Dengan alsintan, produksi pertanian bisa lebih cepat, efektif, efisien, serta hemat biaya. "Saya anak petani tulen. Makanya saya paham betul kesulitan yang dihadapi petani saat ini," ungkap kader PDI Perjuangan asal Banyurejo, Tempel.
Menurut Haris, bantuan alsintan sangat penting bagi petani. Terutama untuk petani di kawasan penyangga pangan. Oleh karena itu, Haris berkomitmen memperbanyak bantuan alsintan lewat pokir maupun kebijakan anggaran bidang pertanian.
Bantuan power thresher multiguna mobile yang diserahkan Haris kepada petani ada empat unit. Masing-masing untuk Kelompok Tani Sumber Rejeki, Jetis, Sumberrejo, Tempel; Kelompok Tani Rukun Manunggal, Karanggawang, Mororejo, Tempel; Kelompok Tani Sido Makmur, Plambongan, Sumberejo, Tempel; Kelompok Tani Ngudi Makmur, Jali Gampeng, Gayamharjo, Prambanan.
Baca Juga: Ajak Konsumen, Riding Experience Honda EM1 e: Hadir di Safety Riding Center Yogyakarta
Adapun total bantuan alsintan sejumlah sembilan unit power thresher multiguna mobile dan dua unit kendaraan bermotor roda tiga.
Subiyono, ketua Kelompok Tani Sido Makmur, Plambongan, Banyurejo, Tempel, mengaku sangat berterima kasih atas bantuan alsintan dari pokir ketua DPRD Kabupaten Sleman.
Menurutnya, alsintan tersebut sudah lama diharapkan petani yang selama ini setiap kali panen harus sewa kepada pengusaha swasta. Sedangkan untuk pengadaan sendiri, petani merasa cukup berat.
Baca Juga: Perkuat Solidaritas Melalui Temu Kangen Bikers Honda ADV Indonesia (HAI) Se-Jawa Tengah & DIY
Karena satu unit power thresher multiguna mobile harganyamencapai hampir Rp 50 juta. "Kalau punya sendiri tentu lebihmurah ongkos sewanya," kata pria 67 tahun itu.
Biaya sewa yang diterapkan dihitung berdasarkan berat panen. Yakni Rp 30 ribu per kuintal. Itu sudah termasuk ongkos jasa operator dan biaya perawatan.(yog)
Editor : Satria Pradika