SLEMAN - Teramati 12 kali guguran lava ke arah barat daya (Sungai Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.400 meter.
Terdengar 2 kali suara guguran terdengar dari Pos Babadan dengan itensitas suara sedang.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman.
Periode pengamatan Selasa 25 Juni 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Baca Juga: Tak Lagi Malu-Malu, Yuli Hastuti Mengaku Siap Maju Pada Pilkada Purworejo 2024 melalui Partai Golkar
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung.
Angin bertiup lemah, dan sedang ke arah barat.
Suhu udara 16-25 °C, kelembaban udara 63-949.8 %, dan tekanan udara 763.3-918.8 mmHg.
Baca Juga: Eks Gelandang PSIM Jogja Ditunjuk Jadi Pelatih Persibo Bojonegoro Jelang Lawan Persebaya
Gunung Merapi terlihat jelas, dan kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 25-50 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (Siaga) Sejak 5 November 2020.
Baca Juga: Dicari, Federasi Sepakbola Denmark Buru Pelaku Untuk Membayar Denda yang Diberikan oleh UEFA
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin