SLEMAN - Salat Idul Adha berlangsung sejuk di Kalurahan Madurejo, Prambanan, Sleman.
Ribuan jamaah memadati lapangan Krido Bantolo untuk melaksanakan salat peringatan hari kurban umat Islam 1445 Hijriah ini.
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Madurejo H Hery Kurniawan Akhmad Ikhsan mengatakan, pelaksanaan Salat Idul Adha di wilayah ranting Madurejo ini telah sesuai arahan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY yang digelar hari Senin (17/6/2024).
Setidaknya sebanyak 3.570 jamaah mengikuti Salat Idul Adha yang berlangsung pada pukul 06.30 WIB.
Sebelum pelaksanaan Solat Idul Adha pihaknya telah menyampaikan kaifitah sebelum berangkat ke lapangan untuk menunaikan Solat Idul Adha.
Kaifiyah tersebut di antaranya bersuci atau mandi besar, tidak makan/minum sampai dengan menunaikan solat Idul Adha dan membawa infaq terbaik.
"Ini sudah kita sosialisasikan sebelumnya," katanya.
Adapun total infaq yang terkumpul dari kegitan peribadahan tersebut Rp 23.596.000.
Penceramah, Ustad Masmuri selaku kader dari PRM Madurejo menyampaikan, pesan khusus.
Salah satunya mengenai pentingnya menjaga toleransi dalam perbedaan.
Khususnya dalam penetapan Hari Raya Idul Adha 1445 H ini.
Sementara itu, Ketua PWM DIY Ikhwan Ahada menyampaikan, sejatinya pelaksanaan sholat Idul Adha di DIY dilakukan hari ini di 614 titik Kabupaten/Kota. Dan tertinggi, ada di Kabupaten Bantul, yakni, 234 titik.
Menurutnya, adanya perbedaan dalam hal penggunaan metode penetapan awal bulan hijriyah pihak Muhammadiyah tidak mempersoalkan.
"Akan selalu terjadi perbedaan waktu pelaksanaan ibadah sampai kapanpun. Muhammadiyah mengedepankan persatuan umat dengan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT)," ujarnya.
Selain itu, ia menghimbau perbedaan tersebut hendaknya disikapi dengan kedewasaan.
Hal tersebut ditunjukan dengan sikap yang biasa saja atas perbedaan dan tidak membuat gaduh keadaan.
"Sadar dengan kemajemukan keyakinan dan budaya yang ada di Indonesia," tuturnya.
Menurutnya, warga Muhammadiyah juga harus mengedepankan sikap toleransi terhadap kelompok atau golongan yang berbeda.
Kondusifitas dan kerukunan di dunia nyata maupun dunia maya juga diharapkan bisa selalu diterapkan, lanjutnya.
"Momen perbedaan penentuan awal bulan Hijriyah, hendaknya dijadikan titik tumpu untuk beribadah menjadi lebih baik," pungkasnya.
Dikatakan, Selain Solat Idul Adha, PRM dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Madurejo juga akan mengadakan gelaran Festival Takbir Keliling yang diikuti oleh jamaah masjid di seluruh Madurejo pada Selasa (18/6/2024). (oso)
Editor : Meitika Candra Lantiva