RADAR JOGJA - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja mengimbau imam dan khatib tidak menyampaikan materi berbau politis. Tujuannya agar pelaksanaan hari raya Idul Adha 1445 Hijriah dapat berjalan kondusif.
Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Jogja Saeful Anwar mengatakan, selain imbauan itu, pihaknya sudah melakukan pendataan lokasi, termasuk imam dan khatib yang akan mengisi salat Idul Adha. Tercatat ada 204 titik yang menjadi lokasi pelaksanaan salat.
Dia pun meminta, agar panitia hari raya Idul Adha di Kota Jogja lebih selektif memilih imam dan khatib. Terlebih dalam hal menyampaikan materi khotbah, agar dapat menekankan tentang persatuan dan toleransi antarmasyarakat.Kami imbau agar khatib bisa membangun suasana yang kondusif, apalagi saat ini masih tahun politik dan akan memasuki Pilkada,” ujar Saeful, kemarin (16/6).
Di samping mengingatkan tentang materi khotbah, dia juga meminta, agar masyarakat dapat mengurangi penggunaan barang sekali pakai. Khususnya untuk pembungkus daging kurban dan alat Salat Idul Adha.
Hal tersebut penting untuk meminimalisir produksi sampah saat hari Raya Idul Adha. Contohnya seperti tidak menggunakan koran bekas sebagai alas salat dan plastik sebagai pembungkus daging kurban.“ Serta membagikan daging kurban menggunakan besek,” terang Saeful. (inu/din)
Editor : Satria Pradika