SLEMAN - Pelaksana proyek pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 akan memulai pengerjaan di kawasan ring road utara pada pertengahan bulan Juni mendatang. Berbagai tahap pembangunan pun diprediksi berdampak pada kepadatan ruas jalan di sekitar lokasi proyek.
Humas PT Adhi Karya Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 selaku pelaksana proyek Agung Murhandjanto mengatakan, untuk tahap awal pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan dinas perhubungan untuk pengaturan lalu lintas di area proyek. Sehingga untuk skema rekayasa lalu lintas nantinya akan diserahkan kepada pihak yang berwenang.
Agung mengungkap, tahap pembangunan Tol Jogja-Solo di area ring road utara memang tidak dipungkiri dapat berdampak pada kepadatan jalan. Sebab, lokasi proyek nantinya akan berada di tengah jalan dan membutuhkan area seluas 12 meter.
Selain itu, lokasi jalan yang digunakan untuk aktifitas proyek pun menjadi salah satu akses vital bagi masyarakat. Yakni ruas ringroad dari depan Kampus Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) hingga Padukuhan Nglarang, Tlogoadi sepanjang satu kilometer.
“Sehingga untuk kewenangan rekayasa lalu lintas nanti kami menyesuaikan, ”ujar Agung saat dikonfirmasi, Rabu (29/5)
Setelah ada koordinasi dengan stakeholder terkait, tahap pembangunan Tol Jogja-Solo di kawasan ring road utara nantinya akan dimulai dengan pemindahan utilitas publik. Artinya, untuk separator yang berada di tengah jalan akan dibongkar. Lalu rambu-rambu, lampu, hingga pohon juga direlokasi.
Agung menyatakan, pemindahan utilitas publik itu perlu dilakukan, karena pembangunan tol di kawasan ring road utara nantinya berupa tol layang. Sehingga, pelaksana proyek pun perlu menggunakan peralatan berat untuk memasang bore pile sebagai tiang penyangga tol.
Dari segi keamanan selama proyek berjalan, dia memastikan, pelaksana akan memasang lampu pada sepanjang seng yang berfungsi sebagai penutup proyek. Selain itu juga disiapkan rambu-rambu dan personil pengatur lalu lintas di sepanjang di sekitar area pengerjaan.
Meski lokasi proyek berada di tengah jalan, menurut Agung, selama proyek berjalan masyarakat tetap bisa melintasi sisi-sisi ring road yang tidak ada aktivitas. Adapun untuk lebar jalan pada sisi utara maupun selatan nantinya sekitar delapan meter.
“Jalan di sisi ringroad sudah termasuk hasil pelebaran yang sebelumnya kami lakukan,” terang Agung.
Sementara itu, Manajer Pengendalian Jalan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 PT. Jasa Marga Jogja-Solo Aldyan Wiga menyatakan, pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 ditarget bisa selesai akhir tahun 2024 mendatang. Dalam upaya pembebasan lahan kendala yang dihadapi hanya masalah administrasi.
Di antaranya karena bidang yang terdampak pembangunan tol merupakan tanah warisan, salah menunjukkan sertifikat, hingga pemilik meninggal dunia. Selain itu, pihaknya juga menemui masalah berupa pemilik tanah yang asetnya diagungkan di bank.
“Untuk pembebasan tidak ada yang stuck atau semua sudah setuju,” katanya belum lama ini. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin