SLEMAN - Sebanyak empat jabatan kepala dinas atau eselon dua di lingkup Pemkab Sleman lowong, pasca para pejabatnya dirotasi ke organisasi perangkat daerah (OPD) lain. Nantinya, jabatan kepala dinas di empat OPD itu akan diisi oleh pelaksana tugas.
Baca Juga: Revitalisasi Benteng Keraton, Daya Tarik Pariwisata
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman Budi Pramono mengatakan, empat jabatan yang kosong itu, kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3), lalu kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Kemudian, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
Menurut Budi, kekosongan empat jabatan kepala dinas pada empat OPD itu nantinya akan diisi pelaksana tugas (Plt) untuk sementara waktu. Kemudian untuk pengisian jabatan melalui seleksi terbuka, disebutnya, masih belum dapat dipastikan.
“Kami menunggu perkembangan,” ujar Budi, Jumat (24/5/2024).
Keempat jabatan kepala dinas di lingkup Pemkab Sleman itu kosong karena adanya rotasi pejabat. Pelantikan para pejabat baru yang dirotasi dilakukan pada Rabu (22/5/2024) oleh kepala daerah setempat.
Adapun kepala DP3 yang sebelumnya diisi oleh Suparmono telah dilantik sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman. Lalu, Eka Suryo Prihantoro yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Diskominfo kini menjadi Asisten Administrasi Umum Setda Sleman.
Kemudian untuk jabatan kepala Disdukcapil yang sebelumnya dipegang Susmiarto kini kosong karena dilantik sebagai Sekda. Sementara untuk jabatan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang sebelumnya dijabat Sri Wantini, kosong karena purna tugas.
“Jadi total ada empat kepala dinas yang kosong, semuanya nanti Plt,” terang Budi.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap, agar para pejabat yang dilantik dapat memahami bahwa pelantikan yang sudah dilakukan tidak hanya sekadar pergantian. Namun menjadi sebuah pembaruan dalam upaya memelihara dinamika birokrasi untuk terus bergerak maju.
Orang nomor satu di Sleman itu pun berpesan, agar setiap pejabat yang terlantik bisa menjalankan amanah kepemimpinan yang diberikan dengan penuh tanggung jawab. Termasuk melahirkan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Sleman.
“Pelantikan harus dipandang sebagai momentum penyegaran ide dan semangat dalam rangka menjadi pengubah dan pembaharu," terang Kustini. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin