Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cagar Budaya Cagak Anim di Jalan Magelang Sleman Dipindah ke Museum Gunung Merapi, Ternyata Ini Alasannya

Iwan Nurwanto • Selasa, 21 Mei 2024 | 02:08 WIB
Suasana petugas saat melakukan pemindahan cagar budaya cagak anim di Jalan Magelang Km.12, Sleman pada Senin (20/5/2024). Cagar budaya tersebut dipindahkan ke Museum Gunung Merapi (MGM).
Suasana petugas saat melakukan pemindahan cagar budaya cagak anim di Jalan Magelang Km.12, Sleman pada Senin (20/5/2024). Cagar budaya tersebut dipindahkan ke Museum Gunung Merapi (MGM).

SLEMAN - Cagar budaya berupa cagak anim yang berada di Jalan Magelang Km.12, Tridadi, Sleman dilakukan pemindahan pada Senin (20/5). Pemindahan itu dilakukan sebagai langkah perlindungan untuk situs cagar budaya.

Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Sleman Esti Listyowati mengatakan, pemindahan tersebut dilakukan sebagai upaya penyelamatan cagar dari kerusakan yang dilakukan oleh manusia. Terlebih letak cagar budaya peninggalan zaman kolonial Belanda itu juga cukup membahayakan pengguna jalan.

“Selain itu, juga dikhawatirkan nanti ada vandalisme. Sebelum kejadian itu terjadi kami antisipasi,” ujar Esti kepada Radar Jogja, Senin (20/5).

Sebagaimana diketahui, cagak anim tersebut terletak di bahu jalan nasional, tepatnya di depan Kantor Pegadaian Sleman. Menurut Esti, dasar pemindahan cagak anim yang dibangun pada tahun 1930 itu juga sudah sesuai dengan Undang-undang Nomor. 11 tahun 2010 tentang Penyelamatan Cagar Budaya.

Ia mengungkapkan, bahwa cagak anim itu dipindahkan ke Museum Gunung Merapi (MGM). Alasannya, karena MGM merupakan museum milik pemerintah. Selain itu, dengan pemindahan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi pengunjung museum.

Esti pun menegaskan, kalau di tempat cagak anim itu berada nantinya akan diberikan penanda sekaligus penjelasan bahwa cagar budaya cagak anim tersebut pernah berdiri. Kemudian di MGM nantinya juga akan dijelaskan secara rinci tentang lokasi awal cagak anim tersebut, sekaligus fungsinya sebagai tiang listrik pada zaman penjajahan Belanda.

“Untuk pemindahan kami bekerjasama dgn PLN Sleman, PUPR jalan nasional, TACB Sleman, BPK Wil X, Dinas Kebudayaan, dan Polres Sleman,” terang Esti.

Baca Juga: Setelah 4 Tahun Berpacaran, Akhirnya Bastian Steel Resmi Lamar Sang Kekasih Sitha Marino

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Edy Winarya berharap, agar masyarakat kabupaten Sleman untuk turut berperan aktif dalam perlindungan dan pelestarian cagar budaya. Edy menyampaikan, kalau hal tersebut penting mengingat diwilayah Kabupaten Sleman memiliki banyak potensi cagar budaya yang seharusnya dilindungi dan dilestarikan sesuai undang-undang.

Baca Juga: Sampai di Tujuan Akhir, Ini yang Dilakukan Biksu Thudong Setiba di Candi Borobudur Magelang

“Upaya perlindungan dan pelestarian cagar budaya bukan semata-mata tugas pemerintah, akan tetapi merupakan tugas bersama antara pemerintah, masyarakat, lembaga sosial budaya serta dunia pendidikan,” katanya beberapa waktu lalu. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#cagak anim #Sleman #benda bersejarah #MGM #Kabupaten Sleman #museum gunung merapi