SLEMAN - Proses pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 sampai saat ini masih terus berjalan. Bahkan mulai pertengahan bulan Juni mendatang pelaksana proyek akan memulai pengerjaan di kawasan Ring Road Utara.
Humas PT Adhi Karya Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Agung Murhandjanto mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan pengerjaan di tiga kalurahan. Yakni kalurahan Tirtoadi dan Tlogoadi (Mlati), serta Trihanggo (Gamping).
Dia mengungkap, bahwa hingga pertengahan bulan Mei ini secara prosentase pekerjaan proyek sudah menyentuh 28 persen. Dalam tahapannya proyek tersebut sudah menyambung antara pekerjaan Tol Jogja-Solo dengan Tol Jogja-Bawen yang berada di Padukuhan Sanggrahan, Tirtoadi.
Agung membeberkan, untuk kini tengah dikerjakan meliputi pemasangan bore pile, pemasangan box culvert, serta penimbunan dan pemadatan lahan. Hanya saja, diakuinya memang masih ada beberapa lahan yang statusnya belum bebas karena merupakan cagar budaya serta masalah administrasi pemilik tanah.
Meskipun demikian, dalam waktu dekat ini pelaksana proyek tetap akan melanjutkan pengerjaan di kawasan Ring Road Utara. Untuk pelaksanaan kegiatannya kemungkinan baru akan dilakukan pada pertengahan bulan depan.
“Insyaallah bulan Juni kami akan memulai pekerjaan fisik di kawasan Ring Road Utara sebagai bagian dari pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2,” ujar Agung saat ditemui, Rabu (15/5).
Dia melanjutkan, bahwa untuk pekerjaan fisik di kawasan Ring Road Utara sendiri akan memiliki panjang satu kilometer. Dimulai dari depan Kampus Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) hingga Padukuhan Nglarang, Tlogoadi
Agung mengakui, pekerjaan fisik di kawasan Ring Road Utara perlu persiapan yang matang dan koordinasi lintas sektoral. Lantaran dampaknya nanti akan membuat kepadatan jalan akibat aktivitas alat berat. Serta pekerjaan proyek juga berada di tengah jalan raya.
Terkait dengan hal itu, dia memastikan pelaksana proyek sudah berkomunikasi dengan instansi terkait dan kepolisian di kabupaten Sleman untuk pengaturan lalu lintas. Termasuk melakukan rekayasa berupa pencampuran antara jalur cepat dan jalur lambat.
“Untuk di tengah ring road kami juga siapkan pembatas yang representatif, karena lokasi pengerjaannya ada disitu,” terang Agung.
Sebelumnya, Manajer Pengendalian Jalan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 PT. Jasa Marga Jogja-Solo Aldyan Wiga mengungkapkan, pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 ditarget bisa selesai akhir tahun 2024 mendatang. Dalam upaya pembebasan lahan kendala yang dihadapi hanya masalah administrasi.
Di antaranya karena bidang yang terdampak pembangunan tol merupakan tanah warisan, salah menunjukkan sertifikat, hingga pemilik meninggal dunia. Selain itu, pihaknya juga menemui masalah berupa pemilik tanah yang asetnya diagungkan di bank.
“Untuk pembebasan tidak ada yang stuck atau semua sudah setuju, kami hanya berharap pembebasan berharap bisa secepatnya agar target sesuai rencana,” terang Aldyan. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin