SLEMAN - Harda Kiswaya mantap maju sebagai calon bupati di Pilkada 2024 mendatang.
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman itu cukup aktif berkomunikasi dengan banyak partai. Meskipun demikian, ada satu partai yang dikecualikan, yakni Partai Amanat Nasional (PAN).
Harda mengatakan, alasannya tidak berkomunikasi dengan partai matahari putih itu.
Sebab, PAN sudah mengusung Kustini Sri Purnomo sebagai bakal calon (bacalon) Bupati Sleman.
Harda memilih berkomunikasi dengan partai-partai yang berpotensi untuk mengusung dirinya di Pilkada 2024.
Sejauh ini, Harda juga telah mendaftar ke beberapa partai yang membuka penjaringan bakal calon. Di antaranya Partai Golkar dan PDI Perjuangan.
Pada dua partai tersebut, pria kelahiran 26 Januari 1964 itu membidik jabatan sebagai bupati.
“Mudah-mudahan partai yang saya lamari bisa bersama-sama,” ujar Harda saat ditemui, Senin (29/3) kemarin.
Terkait dengan alasan Harda maju sebagai Sleman 1, karena dirinya ingin melanjutkan pengabdian sekaligus menambah kebaikan kepada masyarakat Kabupaten Sleman.
Menurutnya, jika menjadi orang bupati maka peluang untuk berbuat baik bisa semakin luas.
Selain Partai Golkar dan PDI Perjuangan, Harda pun mengaku, juga sudah cukup intensif berkomunikasi dengan partai-partai politik di Kabupaten Sleman.
Baik itu partai yang memiliki latar belakang nasionalis maupun agamis, kecuali PAN.
Harda berharap, dengan hal tersebut bisa semakin memuluskan jalannya untuk maju di Pilkada 2024.
Bahkan, dia juga ingin partai-partai yang berkomunikasi dengannya bisa membentuk koalisi nasionalis-agamis.
“Jika hal tersebut bisa terwujud (koalisi nasionalis-agamis) tentu kabupaten Sleman ke depan lebih sejuk,” ucapnya.
Sebelumnya, Sekretaris DPD PAN Sleman Inoki Azmi Purnomo menyatakan, pada Pilkada 2024 mendatang pihaknya memang akan mengusung Kustini Sri Purnomo.
Sebagaimana diketahui, Kustini merupakan petahana dan kini tengah menjabat sebagai bupati atau orang nomor satu di Sleman.
Disinggung terkait dengan kesiapan PAN dalam mengusung Kustini, Inoki menyatakan, bahwa pihaknya masih berproses.
Termasuk untuk membentuk koalisi dengan partai lain pun disebutnya juga masih sangat dinamis.
“Insyaallah kami mengusung ibu KSP (Kustini Sri Purnomo),” tegas Inoki. (inu)