Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Keluarkan 34 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya (Kali Bebeng). Jarak Luncur Maksimum 1800 Meter. Berikut Rekomendasi BPPTKG.

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 25 April 2024 | 13:00 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

SLEMAN - Gunung Merapi di Sleman keluarkan 34 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng). 

Jarak luncur maksimum 1800 meter.

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 24 April 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.

Baca Juga: Kecewa Putusan MK, Usman Hamid dan Danang Widoyoko Ikut Orasi dalam Demo di Depan KPU DIY

Cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung.

Angin bertiup tenang ke arah barat, dan timur. 

Suhu udara 16-27 °C, kelembaban udara 61-99 %, dan tekanan udara 836-918.8 mmHg. 

Volume curah hujan 17 mm per hari.

Baca Juga: Berawal dari Kesasar, Dua Bule Eropa Malah Betah di Magelang, Disambut Hangat, Mendaki Gunung Andong hingga Ikut Tanam Tembakau Bareng Warga

Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga). 

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

Baca Juga: Pahlawan MU saat Kalahkan Liverpool, Ahmad Diallo Tetap Jarang Dimainkan, Begini Alasan Erik Ten Hag

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: Hasil Akhir Persik Kediri v PSS Sleman: Drama Tiga Penalti dalam Laga Delapan Gol yang Berakhir Imbang

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Baca Juga: Sedia Payung sebelum Hujan, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta Sosialisasi Perlindungan bagi Pekerja Sektor Keagamaan

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Kabupaten Sleman #Awan Panas #lava pijar