SLEMAN - Gunung Merapi di Sleman keluarkan 34 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng).
Jarak luncur maksimum 1800 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 24 April 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Baca Juga: Kecewa Putusan MK, Usman Hamid dan Danang Widoyoko Ikut Orasi dalam Demo di Depan KPU DIY
Cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung.
Angin bertiup tenang ke arah barat, dan timur.
Suhu udara 16-27 °C, kelembaban udara 61-99 %, dan tekanan udara 836-918.8 mmHg.
Volume curah hujan 17 mm per hari.
Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
Baca Juga: Pahlawan MU saat Kalahkan Liverpool, Ahmad Diallo Tetap Jarang Dimainkan, Begini Alasan Erik Ten Hag
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin