SLEMAN - Hasil produksi sektor perikanan di Kabupaten Sleman terus digenjot.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam kegiatan mancing bersama dan syawalan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sleman, Selasa (23/4).
Danang mengatakan, Kabupaten Sleman merupakan wilayah potensial untuk pengembangan budidaya ikan air tawar yang efisien dan mandiri.
Dia mencontohkan, model budidaya ikan air tawar yang cukup efektif salah satunya di Sendang Sombomerti, Maguwoharjo, Depok, yang menggunakan air jernih.
“Sehingga tentunya ikan yang dibudidayakan menjadi sehat dan layak konsumsi tentunya,” ujar Danang, Selasa (23/4).
Dia mengungkapkan, hingga tahun tahun 2024 ada sebanyak 729 kelompok pembudidaya ikan di kabupaten Sleman.
Dari jumlah tersebut pada tahun 2023 sektor perikanan mampu menghasilkan 55.045,57 ton.
Jumlah tersebut naik 77 ton dibandingkan tahun 2022 yang produksinya mencapai 54.968,63 ton.
Danang menyebut, kalau pemanfaatan perkembangan teknologi budidaya perikanan juga seharusnya perlu dilakukan oleh para KPI di Sleman.
Salah satunya di Sombomerti yang menggunakan metode minapadi, budidaya nila dengan kincir, serta budidaya sistem bioflok.
“Saya harap terus melakukan peningkatan untuk menyukseskan pembangunan perikanan di Sleman,” katanya.
Sebagai informasi, Sendang Sombomerti saat ini telah menjadi obyek wisata di Kabupaten Sleman.
Potensi berupa mata air yang mengalir deras dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk budidaya berbagai jenis ikan air tawar.
Pimpinan Cabang Bank BPD DIY Kabupaten Sleman Sumarno menyampaikan, pihaknya mendukung penuh geliat usaha UMKM yang dikembangkan di Sendang Sombomerti.
Sebab, pengembangan ekonomi berbasis UMKM dapat memberikan dampak ekonomi positif kepada masyarakat.
“Dukungan akan kami berikan baik dalam hal permodalan dalam bentuk KUR maupun Kredit PEDE yang sangat cocok untuk diakses UMKM,” katanya. (inu)