Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Produksi Sampah di Sleman Selama Libur Lebaran Capai 188,57 Ton

Iwan Nurwanto • Kamis, 18 April 2024 | 22:42 WIB
KELOLA: Pekerja memindahkan sampah di TPST Tamanmartani, Kalasan, Sleman.
KELOLA: Pekerja memindahkan sampah di TPST Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

SLEMAN - Banyaknya jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Sleman berdampak pada peningkatan sampah di wilayah tersebut.

Instansi terkait, bahkan, mencatat selama masa libur lebaran produksi sampah dapat mencapai 188,57 ton.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, peningkatan jumlah sampah belum terlalu terlihat pada awal lebaran.

Sebab, pada hari pertama hingga ketiga Idul Fitri produksi sampah di Sleman belum mengalami kenaikan.


Mantan Sekretaris Dinas Sosial Sleman itu menyebut, kenaikan baru terasa setelah hari ketiga lebaran.

Di mana, pada hari Minggu (14/4) hingga akhir cuti bersama pada Selasa (16/4) ada peningkatan sampah hingga 9 persen atau sekitar 15,5 ton per hari.


“Jadi total sampah sejak hari ke empat lebaran sampai dengan tanggal 16 April 2024 jumlah sampah 188,57 ton per hari,” ujar Epiphana saat dikonfirmasi, Kamis (18/4).


Menurut dia, peningkatan produksi sampah di kabupaten Sleman tidak lepas dari banyaknya wisatawan yang masuk ke Kabupaten Sleman selama cuti bersama.

Sebab, dari pantauan pihaknya ada peningkatan sampah di beberapa destinasi wisata.


Terkait upaya pengolahan sampah, Epiphana mengaku, kalau DLH Sleman akan terus menggenjot pembangunan akses truk di TPST Minggir.

Sehingga kemudian TPST di padukuhan Denokan itu bisa segera beroperasi dan mampu mengolah sampah secara optimal.


“Sosialisasi dan pembangunan TPST kita tingkatkan, untuk menghadapi penutupan TPA Piyungan,” katanya.


Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Sleman Rahayu Widi Nuryani mendorong agar Pemkab segera mengoperasionalkan TPST Minggir.

Sehingga harapannya permasalahan sampah di Kabupaten Sleman bisa teratasi dengan beroperasinya TPST Tamanmartani dan TPST Minggir.


Rahayu mengaku, sudah menerima informasi dari DLH Sleman bahwa TPST Minggir sudah beroperasi. Terhitung sejak tanggal 2 April 2024 lalu.

Hanya saja, menurutnya, memang belum maksimal lantaran sumber daya pekerja di TPST tersebut masih baru dan masih butuh pelatihan.


“Untuk akses jalan menuju TPST yang menjadi kendala harapan kami segera bisa diselesaikan juga,” sambungnya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#produksi sampah #Kabupaten Sleman #Wisatawan