Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 13 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya (Kali Bebeng) dengan Jarak Luncur Maksimum 1.500 Meter

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 16 April 2024 | 14:10 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

SLEMAN - Gunung Merapi di Sleman mengeluarkan 13 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng ) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi. 

Periode pengamatan Senin 15 April 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Cuaca di Gunung Merapi berawan, mendung, dan cerah.

Baca Juga: Pelayanan Publik Harus Tetap Maksimal selama Lebaran

Angin bertiup lemah ke arah utara dan barat. 

Suhu udara 18.5-25 °C, kelembaban udara 56-99 %, dan tekanan udara 838.3-918.6 mmHg. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 30-125 m di atas puncak kawah. 

Baca Juga: Randi Sutrisno Lestarikan Warisan Bawang Merah Siem,  Keunggulannya pada Pola Tanam, Telah Diakui BRIN

Aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga). 

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Baca Juga: Sabet Juara Umum dalam OllympicAD 2024, SD Muhammadiyah Sapen Berhasil Raih 11 Medali Emas

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

Baca Juga: Terseret ke Rip Current Pantai Drini, Diselamatkan Tim SAR

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Kabupaten Sleman #Awan Panas #lava pijar