SLEMAN - Teramati 40 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Periode pengamatan Minggu 7 April 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Baca Juga: Punya Cita-Cita Jadi Dokter Hewan, Kalian Harus Pamahami Seluk Beluk Kuliah di FKH UGM Yogyakarta
Gunung Merapi Merapi memiliki ketinggian 2.968 mdpl.
Terletak di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten,
(Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah).
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung.
Baca Juga: Tren Tebus Gadai di Gunungkidul Meningkat Lebaran 2024, Layani 100 Orang per Hari
Angin bertiup tenang ke arah timur, dan utara.
Suhu udara 16.5-27.7 °C, kelembaban udara 30-98.3 %, dan tekanan udara 836.2-918.8 mmHg.
Volume curah hujan 10 mm per hari.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 15 m di atas puncak kawah.
Baca Juga: Jamin Kondusivitas Kota Jogja saat Lebaran, Polresta dan Satpol PP Siapkan Empat Pos Pengamanan
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Baca Juga: FOBI DIY Ingin Catatkan Sejarah Baru, Siap Cetak Prestasi Pertama di PON 2024
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin