SLEMAN - Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman meminta agar pelaku usaha tidak memberikan harga yang kelewat wajar selama libur lebaran tahun ini.
Pasalnya, bakal ada sanksi berupa teguran hingga pencabutan izin usaha jika terbukti nuthuk kepada wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengatakan, pihaknya memang berharap agar para pedagang maupun tukang parkir tidak memberikan harga yang kelewat mahal kepada wisatawan.
Sebab, tindakan tersebut dapat mencoreng citra pariwisata di Kabupaten Sleman.
Menurut Ishadi, pihaknya juga sudah menghimbau agar para pelaku usaha maupun penyedia jasa pariwisata bisa memberikan harga yang sesuai.
Kalaupun ada kenaikan karena dampak meroketnya harga sembako dan sebagainya, dia berharap kenaikannya juga dalam batas wajar.
Mantan Panewu Prambanan itu memastikan, bakal ada sanksi bagi para pelaku usaha nakal di kabupaten Sleman.
Bahkan, khusus untuk para pedagang yang menggunakan kios di Tlogo Putri Kaliurang ada sanksi secara bertahap.
Mulai dari peringatan hingga pencabutan izin usaha jika terbukti nuthuk harga.
“Kalau untuk parkir nuthuk atau wisata milik masyarakat nanti sanksi sosial dari paguyuban, kalau untuk Kaliurang kiosnya kan dalam kendali kita karena kios milik pemkab, Jika mereka tidak mentaati yang telah kita imbau maka ada sanksi secara bertahap,” ujar Ishadi saat ditemui, Rabu (3/4).
Lebih lanjut, dia pun meminta agar wisatawan bisa melapor jika ada pelaku usaha yang nuthuk selama musim libur lebaran tahun ini.
Agar kemudian ada tindakan dari Pemkab Sleman supaya memberikan efek jera terhadap para pelaku usaha nakal.
Ishadi juga menyampaikan, kalau pihaknya sudah menyiapkan kanal-kanal aduan bagi wisatawan yang mengalami kejadian nuthuk harga.
Mulai dari Tourist Information Center (TIC) di destinasi wisata Kaliurang hingga sosial media resmi milik instansi tersebut.
“Kami berharap libur lebaran itu menyenangkan, tidak direcoki hal yang tidak perlu. Kalau dapat pengalaman yang tidak mengenakkan ya hancur pariwisatanya,” tegas Ishadi.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan, selama periode libur lebaran dari tanggal 5 sampai 15 April 2024 diprediksi jumlah pergerakan wisatawan di Sleman mencapai 300.000 sampai 450.000 orang.
Para wisatawan itu nantinya akan meramaikan destinasi wisata yang dikelola pemerintah maupun swasta.
Danang menyebut, dengan melihat panjangnya libur lebaran tahun ini pihaknya juga memprediksi lama tinggal wisatawan di Sleman dapat mencapai 2 sampai 2,5 hari.
Serta untuk tingkat okupansi hotel mampu menyentuh persentase 75 sampai 100 persen.
Dengan potensi itu, dia pun yakin, perputaran uang di kabupaten Sleman selama libur lebaran dapat bisa mencapai Rp 600 miliar sampai Rp 2,8 triliun.
Asumsi itu berdasar dari rata-rata belanja wisatawan yang mencapai Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta. Meliputi belanja akomodasi, makan minum, tiket masuk obiek wisata, dan oleh-oleh.
“Khusus untuk prediksi retribusi pariwisata di destinasi yang dikelola pemerintah yakni Kaliurang dan Kaliadem pada periode libur Hari Raya antara Rp 90 juta-Rp 281,24 juta,” ungkap Danang belum lama ini. (inu)