SLEMAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman dipastikan tetap menyiagakan petugas kebersihan selama cuti bersama dan libur Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.
Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya timbunan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristiyani mengatakan, pelayanan persampahan memang akan tetap dilakukan setiap hari termasuk selama cuti bersama.
Pelayanan sampah hanya libur pada saat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah atau tepatnya tanggal 10 dan 11 April 2024.
Selain pelayanan persampahan, Epiphana mengaku, kegiatan penyapuan juga tetap akan dilakukan selama libur cuti bersama dan Hari Raya Idul Fitri.
Hanya, khusus saat pelaksanaan shalat Ied petugas melakukan pembersihan di Lapangan Denggung saja.
“Kami tetap mempekerjakan petugas sapu, karena untuk shalat Ied lapangan kan tidak mungkin kotor, untuk tim sapu ada 30-50 orang. Namun kami hanya melayani Lapangan Denggung saja,” ujar Epiphana, Minggu (31/3).
Dia melanjutkan, bahwa masyarakat juga dapat mengajukan permohonan layanan pemotongan rumput dan penyiraman lapangan untuk kegiatan ibadah sholat Ied.
Permohonannya bisa diajukan masyarakat dari tanggal 25 Maret sampai 6 April 2024 dengan ketentuan satu hari satu lapangan.
Kemudian, masyarakat pun dipersilahkan untuk memanfaatkan lapangan yang masih dalam masa pemeliharaan untuk kegiatan sholat Ied berjamaah.
Syaratnya dengan mengajukan surat pinjam kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman dan diketahui lurah setempat.
Sementara terkait bidang pertamanan, dia memastikan, kalau DLH Sleman tetap melakukan pemeliharaan pada taman-taman di area ibukota.
Kegiatan tersebut nantinya akan dilakukan oleh personel yang sudah disiapkan instansi tersebut.
“Tenaga kebersihan dan pemeliharaan taman akan dilakukan oleh tim yang bertugas, sepuluh petugas per hari,” beber Epiphana.
Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meminta, agar masyarakat bisa memanfaatkan sampah organik.
Hal tersebut penting agar pemerintah dan masyarakat bisa saling bekerjasama untuk mengatasi permasalahan sampah. Terlebih dengan ditutupnya TPA Piyungan di bulan April mendatang.
Dia pun mengajak, agar masyarakat bisa berkreasi dan memanfaatkan sampah menjadi barang yang bermanfaat.
Seperti diolah menjadi sabun dan lilin minyak jelantah, tepung ampas kelapa, hingga hand sanitizer eco enzyme.
Sebagai upaya pengelolaan sampah rumah tangga ataupun sampah organik.
“Semoga kita dapat sesarengan, bersama-sama, untuk mengatasi permasalahan sampah di Sleman,” ucap Kustini dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) beberapa waktu lalu. (inu)