Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hasil Pemilu 2024 Sudah Ditetapkan, Ini Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah

Iwan Nurwanto • Jumat, 22 Maret 2024 | 00:14 WIB
KONSTITUSIONAL: Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir saat ditemui, Kamis (21/3).
KONSTITUSIONAL: Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir saat ditemui, Kamis (21/3).

SLEMAN - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir turut memberikan tanggapan terkait dengan hasil rekapitulasi pemilihan presiden dan legislatif dari KPU RI.

Tokoh keagamaan tersebut berharap jika ada masalah yang bersifat sengketa maka harus diselesaikan secara konstitusional.


Haedar mengatakan, pihaknya memiliki prinsip untuk mengikuti semua proses konstitusi dan menyikapi segala permasalahan secara konstitusional.

Artinya, apabila ada hal yang menyangkut persengketaan pemilu maka harus mengikuti sistem yang ada di Mahkamah Konstitusi (MK).


Oleh karena itu, dia pun mengimbau, agar MK juga harus berdiri tegak di atas objektivitas keadilan konstitusi.

Terlebih dalam upaya untuk memproses urusan persengketaan Pemilu 2024.


“Agar pihak yang menang dan yang kalah legowo karena prosesnya objektif,” ujar Haedar saat ditemui, Kamis (21/3).


Dia menilai, bahwa dalam setiap pemilu pasti ada masalah dari hulu sampai hilir.

Namun bagi Muhammadiyah, apa yang sudah terjadi dapat menjadi pengalaman untuk memperbaiki semua hal. Termasuk sistem kontrol dari pemerintahan maupun masyarakat.


Kemudian bagi pihak-pihak yang selama ini memandang pemilu bermasalah tentu harus membawa proses penyelesaiannya secara konstitusi.

Sehingga permasalahan tersebut dapat teruji, diluar proses politik


“Masalah persengketaan pemilu harus selesai di mahkamah konstitusi,” tegasnya.


Lebih lanjut, Haedar juga meminta agar sisa-sisa perbedaan dalam politik bisa menjadi komitmen semua pihak termasuk para kontestan dan parpol untuk menyatukan kembali.

Bahkan, seharusnya perbedaan politik menjadi pematangan demokrasi dan jiwa demokrasi.


Dia pun berpesan agar pihak-pihak yang terpilih menjadi kepala negara maupun anggota legislatif dapat menjalankan mandat konstitusi dan membawa Indonesia menjadi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Serta secara progresif menuju kemajuan.


Menurut Haedar, kemenangan dalam Pemilu 2024 bukan sebuah kegembiraan. Tapi justru menjadi salah satu bentuk kewajiban tanggung jawab dan beban yang berat.

Karena harus berpikir serius dengan jiwa kenegarawanan tertinggi,


“Harapan saya, tolong para pemegang mandat tampilah jadi pemimpin bangsa yang berjiwa negarawan, yang menetapkan kepentingan bangsa diatas kepentingan diri sendiri, kroni, maupun golongan,” tandasnya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#Haedar Nashir #pemilihan presiden #Muhammadiyah