Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fenomena Equinox, DIY Berpotensi Panas Hingga Sepuluh Hari ke Depan

Iwan Nurwanto • Kamis, 21 Maret 2024 | 02:07 WIB
HINDARI PANAS: Pengunjung berjalan menutupi wajah dari sengatan matahari saat berjalan di kawasan Malioboro, Jogja, Selasa (19/3).
HINDARI PANAS: Pengunjung berjalan menutupi wajah dari sengatan matahari saat berjalan di kawasan Malioboro, Jogja, Selasa (19/3).

SLEMAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ada potensi cuaca panas di tengah musim penghujan seperti sekarang.

Penyebabnya yakni lantaran wilayah Yogyakarta kini tengah menghadapi fenomena alam equinox.


Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, equinox merupakan fenomena di mana matahari melintas tepat diatas ekuator atau garis khatulistiwa.

Kondisi tersebut dapat berdampak pada teriknya sinar matahari yang langsung menyinari bumi.


Reni mengungkap, dengan kondisi tersebut juga dapat membuat sebagian wilayah Yogyakarta mengalami cuaca panas hingga beberapa hari ke depan.

Terlebih jika kondisi cuaca saat fenomena tersebut terjadi sedang cerah atau tidak terjadi hujan.


Adapun dari pantauan BMKG, suhu di Yogyakarta mencapai rata-rata 30 derajat celcius. Untuk suhu terendahnya pada kisaran 22 derajat celcius. Sementara untuk suhu tertinggi mencapai 33 derajat celcius.


“Hari ini dan sepuluh hari kedepan masih berpotensi suhu panas atau terik, terlebih jika dibarengi dengan cuaca yang cerah untuk wilayah DIY,” ujar Reni kepada Radar Jogja, Rabu (20/3).


Terkait dengan kondisi tersebut, dia menghimbau, agar pemerintah daerah lebih siap untuk mengantisipasi potensi terjadinya cuaca ekstrem saat ini dan musim pancaroba mendatang.

Selain itu, pemerintah juga harus mewaspadai dampak musim kemarau.


Khususnya, pada wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis. Seperti kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih.

Di samping itu, masyarakat pun diminta untuk menjaga stamina tubuh dengan banyak minum vitamin dan air putih.


“Tentunya hal tersebut juga menyesuaikan di bulan ramadhan atau saat berpuasa,” ungkap Reni.


Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman Esti Kurniasih berharap, agar masyarakat juga mewaspadai berbagai potensi penyakit saat cuaca panas dan bulan ramadhan seperti sekarang.

Sebab, ada kemungkinan muncul penyakit diare serta berbagai jenis penyakit yang menyerang saluran pencernaan.


Esti juga menghimbau, agar masyarakat mencukupi kebutuhan air harian. Yakni sebanyak 2 liter per hari dengan pembagian minum saat malam hari atau setelah melaksanakan buka puasa.


“Menghadapi bulan puasa dan cuaca panas yang paling penting minum cukup air, istirahat tidak kurang dari 7 jam untuk dewasa, minum vitamin juga boleh, dan makan makanan bergizi,” terangnya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#Yogyakarta #cuaca panas #equinox #BMKG