RADAR JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta memprediksi ada potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah. Khusus untuk Sleman secara menyeluruh ada kemungkinan terjadi hujan selama tiga hari berturut-turut.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakarta Warjono mengatakan, berdasar dari hasil analisis dinamika atmosfer pihaknya mengidentifikasi adanya pola konvergensi atau pumpunan massa udara di sekitar Pulau Jawa dan wilayah DIJ. Kemudian dari pantauan Madden Julian Oscillation (MJO) juga menunjukkan pada fase empat.
“Kondisi itu berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia,” ujar Warjono, kemarin (11/3).
Menurutnya, kalau suhu muka laut baik dalam skala harian maupun mingguan di sekitar Pulau Jawa terpantau dalam kisaran suhu 29 sampai 31 derajat celcius dan anomalinya terpantau hangat.
Sehingga menambah potensi penguapan atau kandungan uap ari di dalam atmosfer. Kemudian dari hasil analisa terbaru profil vertikal kelembaban udara di wilayah DIJ juga pada ketinggian 1,5 sampai dengan 3,0 kilometer atau masuk kategori cukup basah.
Kondisi itu menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIJ.“Terutama saat siang dan sore hari,” sambung Jojo sapaan akrab Warjono.
Karena beberapa hal tersebut, diprediksi bakal ada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama tiga hari ke depan. Hari ini, potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi di kabupaten Sleman, Gunungkidul bagian utara, dan Kulon Progo. Sementara Rabu (13/3) kondisi cuaca seperti itu berpotensi terjadi di Sleman dan Kulon Progo bagian utara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman dipastikan telah meminta perpanjangan status siaga darurat. Dasar kebijakan itu, lantaran ada potensi bencana hidrometeorologi hingga beberapa bulan ke depan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro menyampaikan, pihaknya sudah mengajukan perpanjangan status siaga darurat terhitung dari 1 Maret hingga 31 Mei mendatang. Upaya itu dilakukan karena ada prediksi dari BMKG tentang potensi bencana yang masih tinggi. (inu/din)
Editor : Satria Pradika