RADAR JOGJA - Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) baru saja menjajaki pencapaian baru dengan membuka program studi D4 Pengobatan Tradisional Indonesia (PTI).
Kepala Departemen Olahraga dan Kesehatan yang juga merangkap Koordinator prodi PTI UNY Prof. Ali Satia Graha mengatakan, PTI merupakan prodi yang sangat menarik perhatian masyarakat. Menurut Ali, para lulusan prodi PTI memiliki kompetensi dan keterampilan untuk menjadi tenaga kesehatan dan pengusaha yang terampil dalam bidang pengobatan tradisional Indonesia.
Dengan fokus pada masase terapi, terapi latihan, budidaya tanaman dan pengolahan ramuan herbal, serta kewirausahaan. "Tujuannya memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat yang mempekerjakan lulusan, serta membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengobatan tradisional ini," katanya, Kamis (29/2).
Ada beberapa mata kuliah utama pada prodi PTI. Di antaranya adalah dasar-dasar pengobatan tradisional, botani herbal, terapi masase bayi dan anak usia dini serta akupuntur. "Dasar pengobatan tradisional ini membahas metode pengobatan alternatif yang dilakukan, seperti akupunktur, pijat, herbal, dan terapi energi," terangnya.
Sementara, topik yang akan dibahas di prodi PTI ini nantinya meliputi prinsip dan konsep dasar, jenis-jenis pengobatan, penggunaannya untuk mengatasi penyakit dan kondisi medis, keamanan, efektivitas, serta etika.
Ali membeberkan, mata kuliah ini penting bagi mahasiswa yang tertarik dalam bidang pengobatan alternatif dan dapat membantu pasien dalam memilih pengobatan yang tepat. "Botani Herbal adalah cabang ilmu yang mempelajari tanaman obat atau tumbuhan herbal dan aplikasinya dalam pengobatan dan kesehatan manusia," lontarnya.
Dikatakannya, botani herbal juga mencakup studi tentang sifat kimia dan biologi dari berbagai tanaman obat, serta penggunaannya secara tradisional dan modern dari tanaman obat untuk pengobatan penyakit.
Sedangkan, akupuntur sendiri adalah salah satu mata kuliah yang mempelajari tentang teknik pengobatan tradisional Tiongkok yang menggunakan jarum untuk menstimulasi titik-titik tertentu pada tubuh manusia. "Mata kuliah ini membahas dasar-dasar teori akupuntur, prinsip-prinsip diagnosis, teknik aplikasi jarum, dan penggunaan metode tambahan seperti moxibustion dan pijat akupunktur," ujarnya.
Secara khusus, Ali menjelaskan bahwa terapi masase bayi menggunakan teknik masase berupa gerusan dan elusan yang digabungkan saat melakukan masase. Masase bayi itu masase pada jaringan lunak secara manual dengan memegang, menggerakkan, atau memberi penekanan pada tubuh. “Untuk memberi pengaruh positif terhadap perkembangan bayi," papar Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNY tersebut. (iza/pra)
Editor : Satria Pradika