SLEMAN - Volcanic Activity Report Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 21 Februari 2024 pukul 00:00-24:00 WIB.
Menyebutkan bahwa Gunung Merapi masih memiliki aktivitas vulkanik yang tinggi.
Teramati Gunung Merapi di Sleman mengeluarkan 16 kali guguran lava pijar ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.
Cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung.
Angin bertiup tenang ke arah timur, dan barat.
Suhu udara 18-28 °C, kelembaban udara 49-99.9 %, dan tekanan udara 768.6-918.9 mmHg.
Secara visual Gunung Merapi berkabut dan jelas.
Asap kawah tidak teramati.
Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, dan kegempaan vulkanik dangkal.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
BPPTKG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin