SLEMAN - Teramati satu kali awan panas guguran Gunung Merapi ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur 1.500 meter.
Selain itu, juga teramati empat kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.400 meter.
Demikian Volcanic Activity Report dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Angin bertiup tenang ke arah timur. Suhu
udara 15-25.4 °C, kelembaban udara 62-99 %, dan tekanan udara 804.4-919.9 mmHg.
Volume curah hujan 74 mm per hari.
Secara visual Gunung Merapi berkabut. Asap kawah tidak teramati.
Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin