RADAR JOGJA - Aktivitas Gunung Merapi alami peningkatan selama musim penghujan. Ini karena material di kedua kubah lava tergerus hujan di kawasan puncak.
Ditambah lagi aktivitas dapur magma masih sangat aktif. Berdasarkan data BPPTKG Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) volume kubah lava Barat Daya mencapai kisaran 2,9 juta meter kubik dan 2,4 juta meter kubik untuk kubah lava sisi Tengah.
Tujuh Kali Guguran Lava
BPPTKG mencatat adanya sejumlah aktivitas dari 00.00 WIB hingga 06.00 WIB per 25 Januari 2024.
Tercatat ada 7 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng. Jarak luncur maksimum 1000 meter dari puncak Gunung Merapi.
24 Guguran Material Vulkanik dan Gempa Pembentukan Kubah Lava
Selain itu terjadi pula 24 guguran material dengan amplitudo 3 hingga 47 mm dan berdurasi 20,4 hingga 117,5 detik.
Lalu gempa multiphase akibat pembentukan kubah lava sebanyak 1 Kali kejadian. Tercatat pula satu gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo maksimal 36 mm dan berdurasi 8,4 detik.
Cuaca Berawan dan Cerah
Dalam rentang waktu enam jam tersebut tercatat cuaca di kawasan Puncak Gunung Merapi berawan dan cerah.
Angin bertiup tenang ke arah Barat. Suhu udara mencapai 15-20 °C, kelembaban udara 70-96,1 persen dan tekanan udara 874.6-918 mmHg.
Gunung terlihat jelas dan asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 100-200 meter di atas puncak kawah.
Status Siaga, Radius Aman Maksimal 7 Kilometer
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Selain itu juga mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Editor : Bahana.