Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Satu Universitas dan Tiga Rumah Warga Rusak, Talut Longsor Dampak Hujan Deras di Sleman

Elang Kharisma Dewangga • Selasa, 23 Januari 2024 | 11:00 WIB
AMBROL: Dampak talut yang longsor hingga mengakibatkan bangunan universitas dan tiga rumah warga di Padukuhan Gondong, Sendangadi, Mlati, Sleman, mengalami kerusak
AMBROL: Dampak talut yang longsor hingga mengakibatkan bangunan universitas dan tiga rumah warga di Padukuhan Gondong, Sendangadi, Mlati, Sleman, mengalami kerusak

RADAR JOGJA - Hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir berdampak bencana alam di Kabupaten Sleman. Salah satunya di Padukuhan Gondong, Sendangadi, Mlati. Di wilayah ini, sebuah talut longsor dan mengakibatkan sejumlah bangunan rusak.

Talut yang ambrol memiliki panjang 15 meter dengan tinggi tiga meter. Kerusakan talut diakibatkan labilnya kekuatan tanah akibat hujan deras yang terjadi pada Minggu (21/1) dini hari. Akibat kejadian ini, tiga rumah milik warga dan sebuah bangunan milik Universitas Mahakarya Asia rusak tertimpa material talut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan mengatakan, hingga kemarin (22/1) petugas BPBD bersama relawan masih melakukan penanganan. Ini agar material talut dan rumah tidak membahayakan warga.

"Kejadiannya dipicu air hujan yang tinggi selama tiga hari terakhir. Kemudian drainasenya tidak berfungsi dengan baik, sehingga air masuk ke dalam bangunan dan merobohkan kamar tidur serta dapur," ujar Makwan.

Dia mengungkapkan, upaya evakuasi talut longsor di Padukuhan Gondong dilakukan dengan cara merobohkan sejumlah bangunan yang dinilai rawan ambrol. Di lokasi bencana, BPBD Sleman juga mendirikan dapur umum untuk mencukupi logistik warga maupun relawan.

Menurutnya, hujan deras disertai angin kencang itu juga mengakibatkan sejumlah bencana di beberapa kapanewon. Di antaranya Kapanewon Cangkringan sebanyak delapan pohon tumbang, serta Tirtomartani dan Berbah masing-masing satu titik.

"Untuk longsor selain di Mlati, juga di Padukuhan Ngumbul, Bangunkerto, Turi yang mengakibatkan sebuah rumah roboh akibat pondasi rapuh," terang Makwan.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakarta Warjono menyampaikan, ada beberapa kondisi yang membuat intensitas hujan meningkat. Di antaranya karena pola angin baratan (Monsoon Asia) mendominasi wilayah DIJ.

Selain itu juga tekanan rendah di Samudera Hindia barat daya Bengkulu dan di Australia. Lalu, kondisi MJO (Madden Julian Oscillation) saat ini berada di kuadran empat yang cukup berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di Indonesia bagian barat.

Kondisi pola pergerakan angin juga mengarah dari selatan hingga barat daya bergerak ke arah utara-barat laut. Sehingga membawa pasokan uap air cukup maksimal dari Samudera Hindia. Juga karena kelembaban udara untuk kondisi saat ini bersifat basah.

"Kami imbau masyarakat waspada terhadap potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang," terang Warjono. (inu/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#Bencana Alam #Longsor