Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Keluarkan Rentetan Guguran Awan Panas, Waspada Bahaya Lahar di Sungai-Sungai

Winda Atika Ira Puspita • Sabtu, 20 Januari 2024 | 00:44 WIB
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran. Terpantau dari CCTV Pos Babadan. Selasa 9 Januari 2024 pukul 16.14 WIB.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran. Terpantau dari CCTV Pos Babadan. Selasa 9 Januari 2024 pukul 16.14 WIB.

JOGJA - Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan wilayah DIY kembali meluncurkan rentetan guguran awan panas, pada Jumat (19/1).

Jarak luncurnya mencapai maksimal 2.000 meter ke arah barat daya Kali Bebeng.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso mengatakan, total terjadi 6 kali awan panas guguran dari pukul 06.59 sampai dengan pukul 07.23 pada Jumat 19 Januari 2024.

"Terjadi enam kali awan panas guguran Gunung Merapi 19 Januari dengan rata-rata dutrasi 110.9 detik sampai 182 detik," katanya dalam keterangan tertulis Jumat (19/1).

Budi merinci berdasar pantauan BPPTKG  awan panas guguran di Gunung Merapi dengan rincian pukul 06.59 dengan amplitudo max 21 mm dan durasi 127.4 detik.

Pukul 07.04 dengan amplitudo max 34 mm dan durasi 200.6 detik. Kemudian, pukul 07.12 dengan amplitudo max 40 mm dan durasi 130.2 detik.

Pukul 07m18 WIB dengan amplitudo max 65 mm dan durasi 170.1 detik. 

Selanjutnya, muncul lagi pukul 07.21 dengan amplitudo max 48 mm dan durasi 110.9 detik. Dan pukul 07.23 dengan amplitudo max 45 mm dan durasi 182 detik.

"Estimasi jarak luncur maksimal 2.000 meter ke Barat Daya (Kali Bebeng). Visual Gunung Merapi berkabut dan arah angin ke tenggara," ujarnya.

Sementara, Jumat (19/1) dari pukul 06.00-12.00 BPPTKG mengamati terjadi 6 kali awan panas guguran Gunung Merapi dengan jarak luncur 2000 meter mengarah ke barat daya.

Selain itu, Gunung Merapi juga terekam mengalami enam kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 21-65 mm berdurasi : 110.9-200.6 detik, 28 kali guguran dengan amplitudo 4-27 mm durasi : 35.5-176.4 detik.

Baca Juga: Bulog Siapkan Bantuan Beras 1.380 Ton, Penerima Manfaat Bertambah dari Tahun Lalu

"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km," ujarnya.

Sedangkan, pada sektor tenggara potensi bahayanya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Pun lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Sampai dengan saat ini BPPTKG masih menetapkan status aktivitas Gunung Merapi pada Siaga. 

"Masyarakat kami imbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan," jelasnya.

Selain itu, dari data pemantauannya menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya serta mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

"Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,"  terangnya.

Menurutnya, di daerah puncak Gunung Merapi telah terjadi hujan dengan intensitas hujan yang terus bertambah. Mulai pukul 13.06 total curah hujan di puncak 2.8 mm dengan intensitas hujan 7.3 mm dan durasi 23 menit.

Pada jam yang sama, total curah hujan di puncak 26.2 mm dengan intensitas hujan 15.3 mm dan durasi 1 jam 42 menit.

Selanjutnya, curah hujan di puncak 33,8 mm dengan intensitas hujan 11.3 mm dan durasi 180 menit. Terakhir curah hujan di puncak 41,6 mm dengan intensitas hujan 11,9 mm dan durasi 3 jam 30 menit.

"Waspada bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan awan panas guguran di daerah potensi bahaya," imbaunya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#Gunung Merapi #DIY #Awan Panas #jawa tengah