Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masyarakat Kesulitan Pangkas Pohon Rawan Tumbang, Bupati Sleman: Laporkan Kalurahan atau Kapanewon

Iwan Nurwanto • Senin, 8 Januari 2024 | 02:43 WIB
WASPADA: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat meninjau lokasi terdampak bencana angin kencang di Kapanewon Minggir pada Minggu (7/1). (Dok Tim Media Bupati Sleman)
WASPADA: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat meninjau lokasi terdampak bencana angin kencang di Kapanewon Minggir pada Minggu (7/1). (Dok Tim Media Bupati Sleman)

 

SLEMAN - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meminta masyarakat waspada terhadap potensi bencana pohon tumbang.

Terlebih, pada musim penghujan disertai angin kencang seperti sekarang. Masyarakat pun diminta melapor ke pemerintah setempat jika kesulitan memangkas pohon yang rawan tumbang.


Kustini mengatakan, potensi bencana seiring datangnya musim hujan memang perlu diwaspadai.

Terutama kawasan permukiman yang berada di antara pepohonan tinggi. Karana dapat berpotensi tumbang apabila terjadi angin kencang.


Menurut Kustini, sebagian masyarakat mungkin akan mengalami kesulitan untuk memotong pohon yang tinggi atau berukuran besar.

Sebab, untuk melakukan hal tersebut diperlukan keahlian khusus. Karena itu, dia pun meminta agar masyarakat melapor kepada pemerintahan setempat jika mengalami kesulitan.


“Apabila tidak bisa dipotong sendiri, laporkan saja kepada petugas kalurahan atau kapanewon, nanti akan kita tindak lanjuti,” ujar Kustini dalam keterangan tertulisnya yang diterima Radar Jogja, Minggu (7/1).


Lebih lanjut, orang nomor satu di Sleman itu juga mengecek langsung beberapa lokasi di Kapanewon Minggir yang terdampak cukup parah bencana angin kencang.

Di antaranya, rumah warga Kalurahan Sendangmulyo dan Kalurahan Sendangagung. Serta panti asuhan di Sendangsari.


Kustini mengaku, turut mengapresiasi kegiatan gotong royong yang dilakukan masyarakat. Sehingga beberapa rumah yang rusak akibat bencana pun bisa diperbaiki secara bersama-sama oleh masyarakat.

Pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan berupa paket sembako untuk meringankan beban masyarakat terdampak.


Dia pun menyampaikan, kalau pemerintah telah menghitung dampak dari bencana angin kencang yang terjadi di wilayah Kapanewon Minggir. Serta berkomitmen memberikan bantuan kepada warga.


“Kita sudah minta pendataan mulai dari tingkat bawah RT, RW hingga kapanewon. Berapa yang rusak dan tingkat kerusakan apa saja. Nanti akan kita bantu,” ungkap Kustini.


Sementara itu, Panewu Minggir Djoko Muljanto menyampaikan, bencana angin kencang pada Kamis (4/1) lalu memiliki dampak di wilayahnya sebanyak 125 titik.

Meliputi bencana pohon tumbang, tiang listrik roboh, rumah rusak, hingga korban jiwa.


Djoko mengaku, sudah menyiapkan langkah berupa surat himbauan kepada perangkat di tingkat bawah supaya mendata ulang kondisi di lapangan. Agar supaya bencana pohon tumbang dapat diantisipasi.


“Surat himbauan yang suratnya agak penegasan untuk RT, RW, pak dukuh, pak lurah untuk pendataan (pohon rawan tumbang),” katanya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#Bupati Sleman #Kustini Sri Purnomo #potensi bencana #Angin Kencang #Pohon Tumbang