SLEMAN - Situasi Gunung Merapi yang statusnya siaga level tiga dan sering memuntahkan lava pijar menjadi perhatian khusus bagi pengelola wisata di lereng Gunung Merapi.
Menghadapi kondisi musim libur natal dan tahun baru (nataru), Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Sisi Barat mengaku sudah menyiapkan jalur khusus.
Ketua AJWLM Sisi Barat Dardiri mengatakan, melihat kondisi Gunung Merapi saat ini pihaknya sudah mempersiapkan mitigasi.
Di antaranya, dengan selalu berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Sehingga, ketika suatu saat terjadi erupsi para pengelola jip wisata bisa tetap selalu waspada. Terlebih bagi yang memiliki armada jip di wilayah atas dan Bunker Kaliadem.
Di samping itu para sopir menurutnya juga sudah paham dan memiliki jalur khusus untuk evakuasi wisatawan.
“Ketika ada erupsi mereka (para sopir) sudah ada jalur, mereka tahu semuanya jalur yang bukan lava tour,” ujar Dardiri kepada Radar Jogja, Selasa (12/12).
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku, optimis target kunjungan wisatawan saat momen libur natal dan tahun baru (nataru) dapat melampaui target. Yakni, melebihi 300 ribu kunjungan wisatawan.
Kustini mengatakan, walaupun tidak ada event khusus pada akhir tahun nanti, pihaknya yakin destinasi wisata di Sleman tetap dapat menarik minat wisatawan. Entah itu wisatawan domestik maupun luar negeri.
Khususnya terhadap kunjungan di destinasi wisata favorit. Seperti Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, Tebing Breksi dan Kaliurang.
“Saya optimis libur Natal dan tahun baru ini, kunjungan (wisatawan) di semua wisata se-Sleman ramai lebih dari 300 ribu orang," terang Kustini. (inu)