Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Finis Kedua Tapi Tidak Dapat Medali Juara Popkab Renang, Sang Ibu Belajar Ikhlas dan Minta Keadilan

Rizky Wahyu Arya Hutama • Kamis, 30 November 2023 | 04:35 WIB

TERCEPAT KEDUA: Rekaman video perenang menuju finis yang viral di media sosial. (Tangkapan Layar X @merapi_undercover)
TERCEPAT KEDUA: Rekaman video perenang menuju finis yang viral di media sosial. (Tangkapan Layar X @merapi_undercover)

 

SLEMAN - Finis kedua dalam lomba renang tapi tak membawa pulang medali. Itu tergambar dalam video yang viral di media sosial (medsos). Video itu menggambarkan kejadian bocah seumuran sekolah dasar yang memakai kaos merah sedang menangis di pelukan ibunya.

 

Diduga, dalam posting-an tersebut, anak itu menangis lantaran gagal meraih juara di ajang lomba renang. Di mana, disebutkan ajang itu Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab) Sleman.

 

Dalam postingan itu tertulis, seorang ibu yang menyatakan untuk belajar ikhlas. Walaupun, menurutnya, hasil dari lomba tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.

Baca Juga: Risto Vidakovic Minta Penggawa PSS Fokus ke Pertandingan Selanjutnya, Desember Hadapi Jadwal Berat

"Belajar untuk ikhlas, walaupun hasil tidak sesuai dengan kenyataan saat lomba," tulisnya di media sosial (29/11).

 

Dalam tulisan tersebut juga menjelaskan, kronologi kejadian tersebut bermula dari seorang anak yang bernama Egi (Ghiyats) mengikuti lomba renang di ajang Popkab Sleman.

 

Pada saat perlombaan, kabarnya, Egi berhasil menjadi yang tercepat nomor dua di nomor 100 meter gaya bebas. Namun, saat pengumuman, Egi tidak mendapat medali apa-apa.

 

"Banyak orang menyaksikan dan mendokumentasikan perlombaan tersebut. Di foto terakhir, anak kami Egi (finis) nomor 2. Namun, tiba-tiba pas pengumuman hasil lomba, Egi tidak mendapatkan medali apa-apa," lanjutnya.

 

Ibu dari Egi, katanya, juga sempat mengajukan protes dengan mengajukan hasil rekaman video. Namun, panitia tidak mau menerima masukan dan tetap pada keputusannya.

Baca Juga: Ajak Riak Lengkapi Kepingan Pemain Asing PSS Sleman: Ingin Naikkan Posisi Tim di Klasemen dan Cetak Gol Sebanyak Mungkin

Setelah mendapatkan hasil tersebut, Egi dan Ibunya langsung pulang dengan  perasaan yang hancur.

 

"Kami pulang dengan hati yang sangat hancur. Terlebih, anak kami yang sudah berjuang berlatih selama satu bulan. Yah, walaupun kami masih bisa bersyukur, masih mendapatkan medali perunggu dikelas 50 meter gaya bebas. Semoga kami bisa bangkit lagi," terangnya.

 

Ibu dari Egi itu juga berharap kepada Pengda Aquatik Sleman bisa menginstropeksi. Selain itu, bisa menberikan masukan serta kritikan ketika ada keluhan di setiap pertandingan.

Sebab, menurutnya, hal tersebut demi pengembangan atlet-atlet olahraga aquatik.

"Jangan menutup diri dengan hal-hal yang bersifat masukan. Terutama untuk pengembangan atlet-atlet olah raga aquatik By vtt bunda Egi & ghifa," bebernya.

 

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Pelaksana Popkab Sleman, yang juga menjabat sebagai Kepala Dispora Sleman, Agung Armawanta, menjelaskan popkab adalah ajang lomba kontingen per kecamatan.

 

Baca Juga: Gaduh Pj Walikota Pakai Jersey Nomer 1, Ini Tanggapan Manajemen PSIM Jogja

Karena kecamatan maka koutanya terbatas. Maka, panitia mengizinkan peserta untuk mendaftar secara mandiri.

 

"Anak itu sudah bisa daftar. Kan ajang ini memang untuk penjaringan atlet. Tapi, sekali lagi, ini yang berhak mengirim kontingen kecamatan," ujarnya saat dihubungi Radar Jogja

 

Agung juga menjelaskan, waktu technical meeting (TM) ada aturan main ketika pertandingan selesai lalu diumumkan penenangnya.

 

Selain itu, diberikan kesempatan kepada ketua kontingen atau ofisial untuk melakukan aduan jika dianggap ada yang tidak pas.

 

"Tapi, itu bukan buat orang di luar ofisial atau ketua kontingen," tegasnya.

Baca Juga: Satu Remaja Kritis Usai Terlibat Tawuran, Polisi Amankan Sabit Berwarna Emas

Terkait kasus tersebut, Agung mengaku, Kamis (30/11) akan dilakukan konfirmasi antara panitia dengan orang yang bersangkutan.

 

"Kami akan undang panitia dan yang mengadu tersebut buat dikonfirmasi," ucapnya.

 

Agung berharap, dari kasus tersebut supaya panitia bisa mengevaluasi terkait pelaksanaan kegiatan. Sehingga bisa meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

"Ya, harapannya untuk perbaikan sistem di kami. Kemudia aturan mainnya supaya bisa ditaati oleh semua pihak sejak awal," tandasnya. (ayu)

 

 
Editor : Amin Surachmad
#Sleman #Viral #lomba renang #Popda