SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat peningkatan wilayah terdampak kekeringan. Imbas musim kemarau panjang tahun ini.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, kini ada 17 kalurahan di delapan kapanewon yang kekurangan air bersih.
Di antaranya, Kapanewon Tempel meliputi Kalurahan Banyurejo, Kalurahan Merdikorejo, dan Kalurahan Margorejo. Kemudian Kapanewon Pakem, ada di Kalurahan Hargobinangun.
Baca Juga: Ketua KPU DIY: Lurah dan Pamong Kalurahan Nggak Boleh Ikut KampanyeBencana kekeringan juga melanda Kapanewon Moyudan meliputi Kalurahan Sumberagung, Kalurahan Sumberarum, dan Kalurahan Sumbersari. Lalu, Kapanewon Ngaglik meliputi Kalurahan Donoharjo dan Kalurahan Sukoharjo.
Lalu di Kapanewon Seyegan meliputi Kalurahan Margodadi dan Kalurahan Margokaton.
Kemudian di Kapanewon Minggir meliputi Kalurahan Sendangagung, Kalurahan Sendangsari, Kalurahan Sendangrejo, dan Kalurahan Sendangarum.
Khusus di Kapanewon Godean terjadi di Kalurahan Sidorejo. Sedangkan di Kapanewon Sleman terjadi di Kalurahan Tridadi.
Baca Juga: Harga Beras Tak Kunjung Turun, Disperindag Sleman Kembali Siapkan Operasi Pasar Akhir Tahun"Untuk kalurahan Tridadi yang terdampak Kantor Perlindungan Anak dan Perempuan di padukuhan Paten," ujar Bambang kepada Radar Jogja, Minggu (29/10).
Bambang melanjutkan, selama kurun waktu dari tanggal 14 Agustus sampai dengan 28 Oktober 2023. Pihaknya juga telah melakukan droping air bersih di delapan kapanewon terdampak tersebut sebesar 2,2 juta liter.
Sementara terkait dengan jumlah jiwa yang terdampak, BPBD Sleman mencatat ada sebanyak 3.297 kepala keluarga (KK) atau 11.547 jiwa.
Untuk penyaluran air bersih selain dilakukan BPBD Sleman juga dibantu PMI, BBWSSO, dan perusahaan swasta.
Baca Juga: Dari 8,8 Kilometer Jalan tol, Sudah Dikerjakan 59,26 Persen"Untuk anggaran (penanganan bencana kekeringan di Sleman) masih aman," tegas Bambang.
Sebelumnya, Lurah Banyurejo Suparjo menyampaikan, ada lima padukuhan di wilayahnya yang mengalami kekeringan.
Banyak dari sumur-sumur warga kering imbas musim kemarau panjang serta dimatikannya saluran Van Der Wijck untuk perbaikan.
"BPBD Sleman dan BBWSSO telah memberikan bantuan sebanyak 30 ribu liter air bersih rutin setiap hari untuk atasi kekeringan di kalurahan Banyurejo," terang Suparjo. (inu)