Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Low Season, Kunjungan Wisata ke Sleman Masih Tinggi, Hingga September Target Tercpai 76 Persen

Iwan Nurwanto • Kamis, 5 Oktober 2023 | 20:37 WIB
EKSOTIK: Candi Prambanan merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sleman. (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)
EKSOTIK: Candi Prambanan merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sleman. (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Dinas Pariwisata Sleman menyebut tingkat kunjungan wisatawan ke Bumi Sembada masih tinggi selama masa-masa low season.

Bahkan, selama bulan September kemarin, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sleman bisa mencapai puluhan ribu orang.


Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Yazid mengatakan, kunjungan wisata ke Kaliurang mencapai 36.736 wisatawan hingga tanggal 28 September 2023 kemarin.

Sementara untuk destinasi wisata Tebing Breksi bisa menyentuh 40.298 orang untuk wisatawan domestik dan 417 wisatawan mancanegara.


Ishadi membeberkan, kunjungan wisatawan pada bulan September itu tergolong masih cukup tinggi. Karena pada bulan Agustus destinasi wisata Kaliurang dikunjungi sebanyak 39.417 wisatawan.

Lalu untuk Tebing Breksi tercatat ada kunjungan 28.910 wisatawan domestik dan 297 wisatawan mancanegara.


"Sleman dengan keanekaragaman destinasi wisata yang ada, masih menjadi salah satu pilihan utama wisatawan," ujar Ishadi kepada Radar Jogja, Kamis (5/10).


Terkait dengan target pendapatan asli daerah (PAD). Ishadi menyatakan, bahwa selama tahun 2023 diharapkan kunjungan wisata ke Sleman bisa menyentuh tujuh juta wisatawan.


Ia pun yakin dapat meraih target tersebut. Lantaran hingga bulan September target kunjungan wisatawan ke Sleman sudah mencapai 76,47 persen. Atau sudah dikunjungi sekitar 5.352.685 wisatawan.


"Kami optimistis target kunjungan wisatawan bisa tercapai" terang Ishadi.


Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman Joko Paromo menyampaikan, memasuki bulan Agustus hingga September memang merupakan masa-masa low season. Khususnya, pada sektor pemesanan hotel, restoran, dan jasa pariwisata.


Sehingga selama masa low season, sebagian pengusaha hotel dan restoran di Sleman pun memaksimalkan sektor food and beverages (FnB/makanan dan minuman).

Upayanya dilakukan dengan memberikan paket-paket konsumsi untuk pernikahan, rapat, arisan, dan kegiatan lainnya.


"Menghadapi masa low season seperti sekarang memang kami harus kreatif dalam menjual food and beverage-nya. Karena itu adalah penyumbang revenue (pendapatan) yang cukup bagus," terang Joko. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#Dinas Pariwisata Sleman #low season #Bumi Sembada #Kunjungan Wisatawan