Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puncak Musim Kemarau, Penyakit Pernapasan Paling Banyak Dikeluhkan 

Iwan Nurwanto • Kamis, 21 September 2023 | 14:30 WIB
Suhu dan terik matahari pada puncak musim kemarau tahun ini harus diwaspadai.
Suhu dan terik matahari pada puncak musim kemarau tahun ini harus diwaspadai.

 


RADAR JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menyebut, penyakit pernapasan paling banyak dikeluhkan pada puncak musim kemarau seperti sekarang. Penyebabnya karena kondisi udara yang kering, membuat banyak debu berterbangan.

"Untuk musim kemarau yang paling banyak dikeluhkan batuk dan pilek karena banyak debu," ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman Esti Kurniasih kemarin (20/9).

Hal ini diperparah dengan banyaknya masyarakat yang tidak menggunakan masker. Berdampak pada masifnya penyebaran jenis penyakit tersebut. Sebab dengan tidak terlindunginya sistem pernapasan seperti hidung dan mulut, membuat virus penyakit semakin mudah ditularkan antar-manusia.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas menyampaikan, udara dingin pada puncak musim kemarau juga dapat menurunkan daya tahan tubuh. Sehingga masyarakat pun akan mudah terserang berbagai jenis penyakit.

Reni Kraningtyas menyatakan, dari hasil pantauannya selama awal September, suhu udara di Jogjakarta bahkan bisa mencapai 18,4 derajat celcius. Sementara untuk suhu rata-rata selama beberapa pekan terakhir mencapai 19-20 derajat celcius.

Fenomena itu disebabkan karena saat musim kemarau tutupan awan relatif sedikit. Sehingga proses pendinginan bumi berlangsung cepat. "Kami imbau masyarakat banyak minum air putih dan mengonsumsi vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh," katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakarta Warjono menyampaikan, musim kemarau tahun ini diprediksi bisa lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan diprediksi wilayah Jogjakarta baru akan memasuki musim penghujan pada Oktober.

Dia pun meminta agar masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di pesisir selatan. "Untuk potensi memang masih ada," tandasnya. (inu/eno)

Editor : Satria Pradika
#Sleman #dinkes #musim kemarau #BMKG