SLEMAN, Radar Jogja - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman berencana mengganti pohon-pohon perindang di kawasan Taman Denggung menjadi bunga tabebuya dan pohon asem. Alasannya, lantaran bunga tabebuya dinilai dapat menunjang keindahan dan pohon asem akan menambah oksigen di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, penggantian pepohonan perindang di kawasan Taman Denggung bersamaan dengan program revitalisasi yang menghabiskan anggaran Rp 5 miliar. Meliputi revitalisasi taman segitiga, tempat bermain anak, dan revitalisasi separator di depan Sleman City Hall (SCH).
Dia menyebut, pemilihan bunga tabebuya di kawasan Taman Denggung tak lain untuk menunjang keindahan. Disamping fungsi utamanya untuk mengikat polutan, penghasil oksigen, dan pengikat air. Adapun bunga tabebuya bakal ditanam di kawasan air mancur dan taman bermain anak. Sementara kawasan separator jalan di depan SCH akan ditanam pohon asem.
"Tabebuya dipilih karena digunakan untuk mempercantik, selain fungsi utamanya sebagai penghasil O2 (oksigen), pengikat air, dan mengurangi polutan," ujar Epiphana kepada Radar Jogja, Minggu (17/9).
Merinci tentang proyek revitalisasi Taman Denggung, dia menerangkan, bahwa proyek tersebut direncanakan selesai dalam kurun waktu tiga bulan atau hingga awal Desember mendatang. Adapun konsepnya berupa revitalisasi taman untuk mempercantik ruang publik pada kawasan perkotaan.
Baca Juga: Penyelenggara Kegiatan di Lapangan Denggung Siap Evaluasi, Tindak Tegas Jukir yang BersangkutanDi samping fungsi utamanya sebagai ruang publik bagi masyarakat, revitalisasi Taman Denggung nantinya juga akan diberikan ciri khas Bumi Sembada. Sehingga harapannya, bisa menjadi penanda bagi pengguna jalan bahwa telah memasuki wilayah kabupaten Sleman.
"Konsepnya nantinya kami buat lebih berwarna, hijau, dan asri. Serta agar kesannya tidak gelap," terang Epiphana. (inu)