Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pendapatan Pajak dan Retribusi Sektor Pariwisata di Sleman Hampir Capai Target

Iwan Nurwanto • Jumat, 15 September 2023 | 17:55 WIB

OBJEK FAVORIT: Pengunjung menikmati kawasan wisata Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Minggu (6/11). Dinas Pariwisata Sleman mencatat kunjungan wisata Sleman hampir menembus angka 6 juta orang. (elang kharisma dewangga/radar jogja)
OBJEK FAVORIT: Pengunjung menikmati kawasan wisata Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Minggu (6/11). Dinas Pariwisata Sleman mencatat kunjungan wisata Sleman hampir menembus angka 6 juta orang. (elang kharisma dewangga/radar jogja)

SLEMAN, RADAR JOGJA -  Dinas Pariwisata Sleman mencatat target kunjungan wisatawan pada tahun ini sudah mencapai 60 persen dari target. 

Sementara untuk capaian pajak dari hotel, restoran dan tempat hiburan telah mencapai 98,4 persen dari target atau sebesar Rp 228,541 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengatakan, adapun target kunjungan wisata pada tahun ini diharapkan bisa menyentuh 7 juta wisatawan.

Kemudian hingga pertengahan Agustus lalu, disebutnya, kunjungan wisatawan sudah menyentuh 60 persen dari target. Atau sudah ada sekitar 3,95 juta wisatawan yang berkunjung ke kabupaten Sleman.

Sementara terkait capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD), dia membeberkan, pendapatan dari hasil retribusi wisata sudah menyentuh Rp 3,384 miliar atau 83,97 persen dari target tahun ini sebesar Rp 4,031 miliar.

Selain itu, Dinas Pariwisata Sleman juga mencatat capaian dari pajak hotel, restoran, dan tempat hiburan sebesar Rp 228,541 miliar atau 98,54 persen dari target.

"Sehingga total PAD sektor pariwisata sudah mencapai Rp. 231,92 miliar. Meliputi retribusi dan pajak hotel, restoran, serta hiburan," ujar Ishadi kepada Radar Jogja, Jumat (15/9/2023).

Ishadi melanjutkan, bahwa dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sleman, Dinas Pariwisata juga telah membuat Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPK) Sleman untuk tahun 2015-2025.

Dalam rancangan tersebut ada berbagai upaya agar sektor pariwisata bisa turut mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Misi dalam RIPK itu, salah satunya adalah  upaya untuk mengembangkan pariwisata daerah sebagai industri pariwisata yang berbasis pada karakter budaya, pendidikan, lingkungan dan mengedepankan kekuatan ekonomi lokal.

Serta pengembangan destinasi pariwisata daerah yang berdaya saing, inovatif, variatif, aman dan nyaman. 

"Serta ditunjang dengan sarana prasarana berkualitas, layanan profesional dan dukungan masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik," beber Ishadi. 

Sebelumnya,  Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman Joko Paromo menyampaikan, memasuki bulan Agustus hingga September merupakan masa-masa low season bagi pengusaha hotel dan restoran.

Bahkan tak hanya hotel dan restoran saja, tapi sektor lain seperti transportasi dan kuliner pun menghadapi kondisi yang sama.

Melihat sepinya tingkat pemesanan hotel di masa-masa low season ini, Joko mengaku, sebagian pengusaha hotel dan restoran di Sleman pun mulai memaksimalkan sektor FnB agar bisa tetap meraup pendapatan.

Upayanya dilakukan dengan memberikan paket-paket konsumsi untuk pernikahan, rapat, arisan, dan kegiatan lainnya.

"Menghadapi masa low season seperti sekarang memang kamu harus kreatif dalam menjual food and beverage-nya. Karena itu adalah penyumbang revenue (pendapatan) yang cukup bagus," terang Joko. (inu)

Editor : Bahana.
#dinas pariwisata #Sleman #Pariwisata #pendapatan #Pajak #Wisatawan