SLEMAN, RADAR JOGJA - Udara dingin berpotensi akan terus terasa selama beberapa hari kedepan di Jogjakarta. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahkan mencatat rekor udara dingin selama sepekan terakhir mencapai 18 derajat celsius.
Kepala Stasiun Klimatologi dan Geofisika BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas mengatakan, dari hasil pantauannya selama awal bulan September suhu terendah mencapai 18,4 derajat celcius pada tanggal 1 September 2023 dan 18,6 derajat celcius pada tanggal 4 September 2023. Kemudian untuk rata-rata suhu dingin di Jogjakarta mencapai 19 sampai 20 derajat celcius.
Reni menerangkan, fenomena udara dingin kemungkinan juga akan terus terjadi selama bulan September ini. Adapun penyebabnya karena saat ini wilayah DIJ masih dalam periode musim kemarau. Sehingga membuat gerak semu matahari berada di belahan bumi utara.
Hal tersebut, lanjutnya, membuat belahan bumi selatan mengalami musim dingin yang menyeruak hinggga selatan Equator. Sehingga menyebabkan angin bersifat kering dan membuat udara dingin terasa di beberapa kabupaten/kota di DIJ.
"Pada saat musim kemarau tutupan awan juga relatif sedikit, sehingga proses pendinginan bumi berlangsung sangat cepat baik pada siang atau malam hari," ujar Reni kepada Radar Jogja, Rabu (6/9/2023).
Dengan kondisi itu, dia meminta kepada masyarakat agar menjaga kondisi tubuh. Serta menggunakan pakaian hangat ketika malam hari atau saat udara dingin terasa menusuk.
Sebab dengan fenomena suhu udara berfluktuasi dengan cepat. Atau terkadang udara bisa terasa sangat dingin sekali pada pagi hari, lalu dapat menjadi sangat panas ketika siang hari. Hal itu bisa membuat daya tahan tubuh menurun yang berakibat pada timbulnya penyakit.
"Kami imbau masyarakat banyak minum air putih dan mengkonsumsi vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh," himbaunya. (inu)