Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sleman Andalkan TPST Piyungan Lagi

Iwan Nurwanto • Kamis, 31 Agustus 2023 | 14:50 WIB
Pembuangan sampah dari Sleman akan kembali mengandalkan TPST Piyungan
Pembuangan sampah dari Sleman akan kembali mengandalkan TPST Piyungan

RADAR JOGJA – Tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) Tamanmartani bakal selesai beroperasi 5 September mendatang. Setelah itu, pembuangan sampah dari Sleman akan kembali mengandalkan TPST Piyungan. Sebab pembangunan TPST Tamanmartani baru akan rampung akhir tahun.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, tahap pembangunan TPST Tamanmartani baru menyentuh prosentase sekitar dua persen. Karena proyek pengadaan sarana dan prasarana pengolahan sampah di TPST tersebut baru berjalan 18 hari.

Epiphana menyatakan, bahwa operasional TPST Tamanmartani ditarget bisa berjalan pada awal Desember mendatang. Oleh karena itu, pembuangan sampah sementara waktu akan dialihkan kembali ke TPST Piyungan.

"Rencana selesai (TPST Tamanmartani) awal Desember," ujar Epiphana kepada Radar Jogja Rabu (30/8/23).

Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, TPST Tamanmartani merupakan upaya jangka panjang dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Sleman. Agar harapannya Kabupaten Sleman tidak lagi bergantung lagi kepada TPST Piyungan.

Untuk pembangunan TPST Tamanmartani, pemkab menggelontorkan anggaran senilai Rp 7,4 miliar. Dengan proyeksi TPTS tersebut nantinya bisa mengelola sampah hingga 80 ton per hari dengan konsep zero waste. Yakni sebuah sistem pengelolaan sampah yang sangat meminimalisir pembuangan kembali limbah dari hasil pengolahan.

"Karena semua sampah yang di sini nanti akan diolah menjadi kompos untuk organik dan anorganik dibuat menjadi konblok," beber Kustini.

Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jogjakarta Gandar Mahojwala justru menyoroti imbas beroperasinya TPSS Tamanmartani. Dia pun mendorong agar pemerintah bisa memberikan informasi kepada publik tentang strategi pengelolaan TPSS Tamanmartani setelah selesai waktunya. Hal tersebut dinilai penting karena sampah memiliki risiko kesehatan serius. Baik itu dari lindi maupun mikro plastik.

"Publik secara umum, khususnya warga Tamanmartani punya hak untuk tahu. Strategi saat dan pascapenggunaan landfill harus jelas. Sehingga masyarakat tidak terkena imbas dampak lingkungannya," tegas Gandar. (inu/eno)

Editor : Satria Pradika
#DLH #TPST Tamanmartani #TPST Piyungan