Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Belum Ajukan Droping Air, Empat Kapanewon Berisiko Tinggi Kekeringan

Iwan Nurwanto • Kamis, 17 Agustus 2023 | 15:35 WIB
Ilustrasi pengiriman air untuk antisipasi kekeringan di musim kemarau.
Ilustrasi pengiriman air untuk antisipasi kekeringan di musim kemarau.

 

RADAR JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat ada empat kapanewon yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana kekeringan. Namun sampai saat ini belum ada satupun dari empat wilayah rawan tersebut yang mengajukan droping air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan, wilayah di Kabupaten Sleman yang memiliki ancaman bencana kekeringan di antaranya Prambanan, Gamping, Tempel, dan Moyudan. Keempat wilayah tersebut berpotensi kekurangan air karena letak geografisnya yang jauh dari sumber air.


Makwan mengaku, dalam menghadapi bencana kekeringan tersebut pihaknya juga telah melakukan upaya mitigasi. Yakni dengan menyiapkan sebanyak 145.000 liter air bersih yang terbagi dalam 29 truk tangki. Tangki-tangki air itu bisa disalurkan kepada masyarakat apabila dibutuhkan."Untuk saat ini belum ada wilayah rawan kekeringan yang mengajukan droping air ke BPBD. Jadi situasi masih aman terkendali untuk kekeringan di kabupaten Sleman," ujar Makwan kepada Radar Jogja Rabu (16/8/23).


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman Suparmono menyatakan, dalam menghadapi musim kemarau tahun ini pihaknya telah melakukan antisipasi. Di antaranya dengan melakukan sosialisasi tentang upaya menghadapi musim kemarau kepada para kelompok tani di Sleman.


Kemudian, lanjut Suparmono, pihaknya pun juga melakukan percepatan produksi tanaman padi dan cabai di beberapa kapanewon. Melalui langkah-langkah tersebut, dia berharap petani di Kabupaten Sleman dapat meningkatkan ketahanan mereka terhadap dampak El Nino dan menjaga produktivitas sektor pertanian. "Memang penting bagi petani untuk melakukan perencanaan yang baik dan beradaptasi dengan perubahan iklim, guna menjaga keberlanjutan sistem usaha tani yang mereka lakukan," katanya. (inu/bah)

Editor : Satria Pradika
#Kekeringan #Sleman #BPBD