RADAR JOGJA - Badan Otorita Borobudur (BOB) menggandeng Sekolah Vokasi UGM dalam rangka pengembangan inovasi produk wisata inovatif. Fokus kerja sama ialah merancang Paket Wisata Menoreh Cultural Trail melalui story telling.
Perbukitan Menoreh yang membentang di barat laut Kabupaten Kulonprogo, sebelah timur Purworejo dan sisi barat Magelang memiliki segudang cerita budaya dan sejarah. Potensi ini akan dituturkan dan dikembangkan, lalu dijadikan paket wisata yang menarik.
Kisah di Perbukitan Menoreh dimulai pada masa purbakala, pada masa kejayaan Hindu dan peradaban Budha di Candi Borobudur. Kemudian pada masa peralihan Islam Pajang ke Mataram, saat Perang Jawa yang dikomandoi Pangeran Diponegoro hingga masa kolonialisme Pemerintah Belanda.
Rentetan kisah yang sangat panjang ini membuat Perbukitan Menoreh memiliki beragam cerita rakyat yang bisa dinarasikan. Lalu dikemas dengan baik dan dituturkan kepada wisatawan asing maupun domestik.
"Kita sekarang punya bandara YIA, yang merupakan bandara terbesar di Indonesia. Ini tidak boleh disia-siakan. Sehingga dari bandara YIA ke Borobudur harus semakin kita perkuat dengan story telling-nya," ujar Direktur Utama BOB, Agustin Peranginangin di Kantor BOB Jogja, Jumat (4/8/2023).
Wisata berbasis story telling belakangan ini digandrungi wisatawan. Mereka tidak lagi fokus pada kunjungan yang hanya bisa foto-foto selfie semata. Wisatawan kini mencari objek wisata yang memberikan pengalaman tersendiri, yang ada cerita di dalamnya.
Lebih lanjut Agustin menilai, dalam pengembangan sektor Pariwisata dan Ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan sendiri. Dia menekankan pentingnya kolaborasi antar Instansi dan Stakeholder terkait.
"Sekolah vokasi kebetulan mempunyai ide untuk mengangkat nilai-nilai Nyi Ageng Serang (salah satunya, red). Makanya kita ketemu dalam upaya memperkuat story telling sebanyak-banyaknya," ujarnya.
Sementara itu, Dekan Sekolah Vokasi UGM, Agus Maryono mengatakan banyak kisah yang bisa dituturkan di Perbukitan Menoreh. Story telling tidak sebatas pada rentetan kisah Nyi Ageng Serang. Sebab masih banyak kisah dan sedang dilakukan study awal.
"Jadi apa yang dilihat para wisatawaan saat bertamasya ada cerita-cerita dan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Ini sangat menarik bagi turis," ujarnya. (lan).
Editor : Amin Surachmad