Hal ini menjadikan peluang pengembangan sektor perikanan di Sleman masih sangat dimungkinkan. Baik melalui program intensifikasi maupun ekstensifikasi sistem budidaya.
“Pada tahun 2019 hingga 2021 produksi ikan konsumsi Sleman meningkat rata-rata 7,49 persen per tahun. Pada 2021 produksi perikanan mengalami peningkatan menjadi 54.742 ton. Nilai ini menyumbang 56,4 persen dari total produksi ikan konsumsi DIJ,” jelasnya saat ditemui di Pasar Tradisional Perikanan Cangkringan, Senin (14/11).
Selain produksi ikan konsumsi, Sleman juga menjadi punyuplai benih terbesar di DIJ. Selama kurun waktu 2019 hingga 2021 tercatat terjadi peningkatan produksi benih ikan rata-rata 4,10 persen. Didominasi oleh benih ikan nila, lele, dan gurameh.
Hingga kini Pemerintah Kabupaten Sleman telah menetapkan tiga lokasi sebagai sentra pembenihan. Diantaranya di Kapanewon Kalasan, Ngemplak dan Kapanewon Cangkringan.
“Kebijakan pembangunan sektor perikanan Kabupaten Sleman juga diselenggarakan, melalui pendampingan kepada pelaku usaha dan berbagai terobosan inovasi yang telah diciptakan oleh bidang perikanan Kabupaten Sleman,” katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News