Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sempat Berjuang di Medan Perang, Veteran di Sleman Hidup Serba Pas-Pasan

Editor News • Kamis, 11 Agustus 2022 | 00:30 WIB
PENGABDIAN : Dewan Pimpinan Cabang LVRI Kabupaten Sleman Suradi saat ditemui di Pendopo Parasamya Sleman, Rabu (10/8). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
PENGABDIAN : Dewan Pimpinan Cabang LVRI Kabupaten Sleman Suradi saat ditemui di Pendopo Parasamya Sleman, Rabu (10/8). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Tahun ini Negara Kesatuan Republik Indonesia menginjak usia ke 77 tahun. Para veteran yang kala itu berjuang memperebutkan kemerdekaan, kini tak lagi muda bahkan telah renta dimakan usia. Meski berperan penting atas merdekanya negara ini, ternyata para veteran dimasa tuanya hanya hidup serba pas-pasan.

Salah satunya adalah Suradi, veteran sekaligus Dewan Pimpinan Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Sleman. Dia mengatakan selama ini belum mendapatkan perhatian yang cukup dari elemen pemerintah.

Dia mencontohkan peringatan Hari Veteran Nasional yang jatuh tiap tanggal 10 Agustus tak sama meriahnya dengan perayaan Hari Kebangkitan Nasional. Selain itu, biaya operasional kantor LVRI Sleman juga dipenuhi secara swadaya oleh para anggota dengan cara iuran.

“Kita yang namanya kantor cabang itu, ATK (alat tulis kantor) saja kita harus usaha sendiri. Untuk kantor itu berjalan dari iuran anggota saja. Seperti sini cabang, dana iuran itu nanti kita setorkan ke level yang lebih tinggi,” jelasnya saat ditemui di Pendopo Parasamya Sleman, Rabu (10/8).

Suradi menuturkan pakaian seragam yang dia kenakan juga harus dibeli secara mandiri. Meski demikian, dia mengaku mendapatkan tunjangan setiap bulan sebesar Rp 1.860.000. Pihaknya juga mendapat subsidi dari Pemkab Sleman berupa bantuan dana kegiatan.

Untuk bantuan dari Pemkab Sleman, kerap memfasilitasi bantuan kegiatan. Seperti kegiatan veteran dalam satu tahun. Besarannya mencapai Rp. 13 juta untuk kegiatan veteran dalam satu tahun.

“Dibilang cukup, cukup. Dibilang tidak, ya tidak. Masalahnya kita satu bulan itu ada tunjangan dari pemerintah pusat," katanya.

Kini, diusianya yang tak lagi muda Suradi bersama 285 anggota LVRI Sleman lainnya terus berperan menumbuhkan jiwa dan semangat perjuangan masyarakat. Ini adalah upaya dalam mempertahankan kemerdekaan.

Menurutnya, banyak generasi muda ataupun masyarakat secara umum yang belum memahami pentingnya jiwa nasionalisme dan patriotisme. Modal dasar, lanjutnya, untuk membangun sebuah negara yang memiliki jati diri.

Dia berharap, nantinya makin banyak masyarakat yang menyadari peran veteran. Terutama dalam memperjuangkan kemerdekaan dan memberikan perhatian kepada para veteran.

“Untuk masyarakat, dengan adanya hari veteran diharapkan mengetahui bahwa di Indonesia ada veteran yang sebetulnya veteran adalah bidan kemerdekaan. Misalnya orang melahirkan kemerdekaan, veteran itu adalah bidannya,” ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#Tunjangan veteran perang #Nasib veteran perang #Kisah veteran perang #Legiun Veteran RI Sleman