Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi Suryaningsih menuturkan ada 3 kategori penerima. Sebanyak 150 kardus diberikan kepada pelaku UMKM. Adapula 222 kardus yang teralokasi untuk Paguyuban Retail Sleman Merapi.
“Sebanyak 200 kardus kami alokasikan untuk 6 kapanewon dengan tingkat kemisikinan cukup tinggi. Diantaranya yaitu Kapanewon Sleman, Seyegan, Prambanan, Cangkringan, Turi, dan Tempel. Masing-masing 33 sampai 34 kardus tiap kapanewon,” jelas Mae di kantor Kapanewon Sleman, Kamis (27/1).
Mae menuturkan sejatinya ada 10 kapanewon sasaran. Hanya saja ada keterbatasan stok untuk distribusi secara merata. Alhasil prioritas awal adalah 6 Kapanewon.
“Nanti kalau kami mengajukan jatah lagi ke provinsi dan mudah-mudahan akan kami sasar ke kapanewon-kapanewon yang lain,” kata Mae.
Operasi pasar kali ini berlangsung di Kantor Kapanewon Sleman. Sebanyak 33 kardus atau 396 liter dibagikan kepada masyarakat di lima Kalurahan. Detilnya masing-masing 39 penerima di Kalurahan Caturharjo dan Triharjo. Sementara di Kalurahan Tridadi, Trimulyo dan Pendowoharjo masing-masing 40 penerima.
Salah satu warga Kalurahan Tridadi Rida Astuti mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar. Minyak goreng yang didapatkan untuk keperluan pribadi. Selama ini dia cenderung mengurangi penggunaan minyak goreng.
“Harga minyak goreng di pasaran masih tinggi, diatas Rp 14 ribu. Kalau di warung-warung sekarang masih di atas Rp. 14 ribu. Harapannya ya harga sekarang segini terus (Rp 14 ribu) supaya masyarakat dapat terjangkau,” ujar Rida. (co1/dwi) Editor : Editor News