Sengaja dipilih tanaman buah-buahan dan kayu keras. Agar saat tumbuh dewasa, hasil tanaman lebih bernilai guna.
"Kegiatan ini menjadi bagian komitmen kami menjaga alam," ujar Kepala Kanwil Kemenag Sleman Zainal Abidin kemarin (31/1).
Dikatakan, wilayah Sleman sebagai penyangga ketersediaan air sangat penting. Karena itu, Zainal turut melibatkan masyarakat agar lebih peduli lingkungan.
Tak hanya kali ini Kemenag Sleman menunjukkan komitmen untuk menghijaukan Sleman. Ada lagi kebijakan unik yang diwajibkan bagi setiap pasangan pengantin. Mereka diminta menanam bibit pohon di lingkungan pekarangan rumah atau lahan milik pemerintah.
"Setiap tahun tak kurang 10 ribu pohon ditanam. Setiap pengantin wajib menanam satu bibit," lanjutnya.
Sementara Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyambut positif program penghijauan yang digalang Kemenag. Dia menegaskan, kewajiban menanam pohon bukan hanya tugas Dinas Lingkungan Hidup. Instansi pemerintahan lain juga memiliki kewajiban serupa.
Hanya, setiap gerakan tanam pohon harus ditindaklanjuti dengan perawatan. Dengan begitu, pelestarian lingkungan berlangsung secara kontinyu.
"Kalau berbuah hasilnya bisa dimanfaatkan warga. Belum lagi kayu-kayu dari pohon sengon," ujarnya.
Muslimatun berharap, program penanaman pohon awal 2017 bisa menginspirasi lembaga lain. Terlebih, lahan yang ditanami adalah tanah wakaf.
"Harus bersyukur karena ada yang mau mewakafkan tanah seluas ini. Perawatannya menjadi tugas masyarakat untuk ngopeni. Karena yang menikmati hasilnya juga masyarakat sendiri," pesannya.(dwi/yog/mg1) Editor : Editor News