Kerja Tahun Desa Sukamandi, Merawat Tradisi Karo Lewat Tari Lima Serangkai

Frencia Keliat • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 11:50 WIB
Muda-mudi Desa Sukamandi menampilkan Tari Lima Serangkai dalam Kerja Tahun, Sabtu-Minggu (17-18/7/2026). (Youtube: @karangtarunasumansi)
Muda-mudi Desa Sukamandi menampilkan Tari Lima Serangkai dalam Kerja Tahun, Sabtu-Minggu (17-18/7/2026). (Youtube: @karangtarunasumansi)

 KARO - Suasana kebersamaan dan nuansa budaya Karo terasa dalam pelaksanaan Kerja Tahun di Desa Sukamandi, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang digelar pada 17-18 Juli 2026. Kegiatan tahunan tersebut menjadi momen bagi masyarakat untuk berkumpul sekaligus mempertahankan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi perhatian dalam Kerja Tahun Desa Sukamandi adalah pertunjukan Tari Lima Serangkai. Tarian tradisional Karo tersebut menjadi bagian dari kegiatan adat dan hiburan masyarakat Karo. Tari Lima Serangkai ditampilkan oleh muda-mudi dengan gerakan tari yang dilakukan secara berpasangan.

Dalam pertunjukan tersebut, para penari perempuan tampil mengenakan pakaian bernuansa merah lengkap dengan tudung sebagai bagian dari busana tradisional Karo. Sementara itu, penari laki-laki mengenakan baju berwarna putih dan beka buluh sebagai pelengkap pakaian adat. Perpaduan busana tersebut semakin memperlihatkan identitas budaya Karo dalam pertunjukan.

Tari Lima Serangkai tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Pertunjukan ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan ikut melestarikan seni serta budaya Karo.

Dalam pelaksanaannya, keterlibatan Karang Taruna turut menjadi bagian penting dalam kegiatan. Para pemuda ikut membantu mempersiapkan dan menjalankan berbagai rangkaian Kerja Tahun. 

Baca Juga: Suanggi: Ilmu Kutukan, Teror Mistis dari Indonesia Timur Hadir di Bioskop

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan tradisi di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan muda-mudi, dikenal pula peran Bapa Aron dan Nande Aron. Keduanya menjadi bagian dalam pelaksanaan kegiatan sekaligus membantu mengarahkan muda-mudi selama rangkaian acara berlangsung. Peran tersebut juga menjadi salah satu bentuk pembelajaran mengenai kebersamaan, tanggung jawab, dan adat dalam kehidupan masyarakat Karo.

Kerja Tahun juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat hubungan melalui nilai Merga Silima, salah satu unsur penting dalam sistem kekerabatan masyarakat Karo. Merga Silima terdiri atas lima merga utama, yaitu Karo-Karo, Ginting, Sembiring, Tarigan, dan Perangin-angin.
Nilai Merga Silima tidak hanya berkaitan dengan identitas keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Karo. Dalam kegiatan seperti Kerja Tahun, masyarakat dari berbagai latar belakang merga dapat berkumpul dan merayakan tradisi dalam suasana kekeluargaan.

Kemeriahan Kerja Tahun di Desa Sukamandi terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan, termasuk pertunjukan seni dan tari. Kehadiran muda-mudi, Karang Taruna, Bapa Aron, dan Nande Aron turut memberikan warna dalam pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut.

Kerja Tahun akhirnya bukan sekadar perayaan tahunan. Bagi masyarakat Desa Sukamandi, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menjaga kebersamaan sekaligus memperkenalkan kembali tradisi Karo kepada generasi muda. Melalui Tari Lima Serangkai, pakaian adat, keterlibatan Karang Taruna, peran Bapa Aron dan Nande Aron, serta nilai Merga Silima, budaya Karo terus dihidupkan di tengah masyarakat.

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
kerja tahun desa sukamandi tanah karo Adat sumatera utara