MUNGKID - Sedikitnya ada 56 karya hasil goresan mahasiswa program studi (prodi) Seni Murni di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang memenuhi ruang di Museum H Widayat, Magelang. Pameran bertajuk Langkah Awal itu menjadi penanda mereka mulai menjajaki dunia seni secara utuh.
Perwakilan seniman, Adi Sadewo Mulyoho menampilkan tiga karya ciamiknya, yakni patung. Ketiganya mengekspresikan kehidupan Adi di masa lampau. Dengan merekonstruksi memori masa kecil, dia mulai berkarya dengan drum dan tripleks bekas dengan berbagai ukuran. Adi menggambarkan kejadian baik dan buruk tentang masa kecilnya.
Tiga karyanya itu diberi judul Merokok di Atas Genteng, Bermain Layangan, dan Memancing. Patung tersebut dibuat dalam kurun waktu satu tahun. "(Kesulitannya) mengingat kembali kejadian-kejadian masa kecil. Kan, banyak kejadian, tapi saya rangkum jadi delapan karya. Tapi, yang saya tampilkan hanya tiga," ungkapnya saat ditemui, Minggu (20/4).
Dia menyebut, ada 23 seniman yang ikut ambil bagian dalam pameran bertajuk Langkah Awal. Satu seniman bisa menghasilkan dua hingga empat karya. "Sebetulnya ada 28 mahasiswa yang lulus, tapi (mahasiswa) yang ikut ada 23 orang dengan total 56 karya," ujarnya.
Sementara itu, kurator pameran, Bambang Witjaksono mengutarakan, kegiatan ini menjadi langkah awal yang dimaknai sebagai tahap baru bagi mahasiswa yang baru lulus dan menapaki karier atau profesi di kehidupan nyata. "Sehingga karya-karya yang dipamerkan merupakan karya tugas akhir mahasiswa jurusan Seni Murni," paparnya.
Dia menyebut, setelah melalui seleksi, terhimpun 56 karya dari 23 seniman. Secara tema dan visualisasi, banyak diangkat tema-tema keseharian mahasiswa, juga kaitan dan refleksi masa lalu dengan kehidupan masa kini, serta harapan di masa depan.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengapresiasi para mahasiswa yang berani menampilkan hasil karyanya. Dia menilai, mereka membutuhkan ruang untuk memamerkan karya dengan leluasa. "Ini lukisannya bagus-bagus dan butuh tempat. Pemda, kan, kantornya banyak, (jika dipasang lukisan) jadi lebih artistik," ujarnya.
Ke depan, dia ingin, ada ruang bagi para seniman untuk berkreasi, berekspresi, dan menghasilkan sebuah karya. Dengan begitu, seniman bisa lebih optimal dalam berkarya. "Ke depan kita perlu buat ruang publik bagi mereka. Saya kira ini menjadi satu inspirasi," sambung dia. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo