Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Serupa Namun Tak Sama, Perbedaan Gamelan Yogyakarta dan Surakarta!

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 27 September 2024 | 03:15 WIB
Seperangkat alat musik tradisional gamelan.
Seperangkat alat musik tradisional gamelan.

RADAR JOGJA - Gamelan adalah sebuah alat musik tradisional warisam budaya Indonesia.

Asal kata gamelan dari kata "gamel" yang dalam Bahasa Jawa artinya memukul atau menabuh, sedangkan akhiran "an" merujuk kata benda.

Jadi Gamelan secara keseluruhan bisa diartikan sebagai alat musik yang dimainkan dengan ditabuh.

Alat musik gamelan sudah dikenal sejak lama yaitu tahun 326 Saka (404 M).

Bukti nya adalah adanya penggambaran permainan gamelan pada masa itu di relief candi Borobudur dan Prambanan.

Di antara berbagai jenis gamelan di Indonesia, gamelan Solo (Surakarta) dan gamelan Jogja (Yogyakarta) adalah yang paling terkenal.

Dimana dua kota ini adalah pusat kebudayaan Jawa.

Nah, berikut adalah perbedaan gamelan Solo dan gamelan Jogja.

Ciri khas

Jika dilihat dari ciri khasnya, gamelan Solo memiliki lebih banyak motif daripada gamelan jogja, dimana terdapat ukiran gambar naga dan sulur-sulur tanaman.

Sedangkan pada gamelan jogja cenderung lebih sederhana dan monoton.

Gamelan Solo juga memiliki ukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan gamelan Jogja.

Fungsi penggunaan

Gamelan Solo biasa digunakan di beberapa upacara dan pertunjukan.

Seperti upacara keagamaan, perayaan masyarakat, pertunjukan wayang, mengiringi tarian, hingga mengiringi nyanyian.

Sedangkan gamelan Jogja digunakan saat upacara adat Kraton, seperti ketika upacara penobatan sultan, menyambut tamu kehormatan dari luar Kraton, dan menjadi pengiring pagelaran seni budaya Kraton.

Instrumen

Jika melihat dari segi instrumennya, gamelan Solo tidak berinstrumen bonang penembung, kenong japan, kendhang penuntung dan bedug.

Sedangkan gamelan Jogja tidak memilikj kendhang kosek( kendhang wayangan, engkuk-kenkng, dan encer.

Cara menabuh

Jika dilihat dari cara menabuhnya, gamelan Jogja peking ditabuh mendahului nada dasar balungan.

Sementara itu, di gamelan Solo peking ditabuh membelakangi balungan.

Nah, perbedaan lain yang terlihat antara gamelan Solo dan Jogja, yaitu musik gamelan Solo cenderung lebih banyak bersifat halus.

Tabuhan ketuk dilakukan hanya sekali yang kemudian diikuti efek tabuhan yang lebih dari sekali dengan suara yang makin melemah.

Untuk kendhang Solo memiliki bentuk yang melengkung dan cembung, sehingga cenderung memberi tampilan bentuk kendhang yang lebih besar dan gemuk.

Meskipun kedua gamelannya memiliki perbedaan, namun keduanya tetaplah warisan budaya yang patut kita lestarikan keberadaannya bersama.

Dengan kekayaan budaya didalamnya, kita sebagai warga negara Indonesia harus bangga akan warisan budaya tersebut dan terus berupaya menjaga kelestariannya.(Muhammad Affan Himawan)

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#gamelan #Yogyakarta #gamelan yogyakarta #surakarta #Serupa #Perbedaan Gamelan Yogyakarta dan Surakarta #gamelan Solo #Tak Sama