Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pameran Lupakan Wianta Upaya Bangkitkan Kembali Seniman I Made Wianta di Kalangan Perupa Muda

Khairul Ma'arif • Kamis, 6 Juni 2024 | 21:35 WIB
Fokus: pameran Lupakan Wianta akan digelar selama sepekan di Galeri RJ Katamsi ISI Yogyakarta. 
Fokus: pameran Lupakan Wianta akan digelar selama sepekan di Galeri RJ Katamsi ISI Yogyakarta. 

BANTUL - Srisasanti Gallery menggelar pameran bertajuk Lupakan Wianta di Galeri RJ Katamsi ISI Yogyakarta.

Karya yang dipamerkan merupakan milik almarhum seniman I Made Wianta dari koleksi pribadi keluarganya alias bukan karya yang berada di museum atau galeri lainnya.

Pameran akan dibuka pada Jumat (7/6/2024) pukul 18.00 WIB dan berlangsung hingga 14 Juli 2024.

Founder Srisasanti Grup Eddy Prakoso dari penilaiannya I Made Wianta memiliki peran penting dalam sejarah seni rupa Indonesia khususnya di Bali.

"Beliau itu juga seniman yang perlu dipresentasikan kepada anak muda supaya dicontoh," katanya dalam jumpa pers, Kamis (6/6/2024).

Menurutnya, hal itu karena Made Wianta peduli dengan arsip, peduli dengan peristiwa seni yang tidak hanya pameran tetapi juga performance, instalasi dan lainnya.

Apalagi banyak karyanya yang dikoleksi berbagai lembaga seperti museum dan lainnya.

Anak-anak perupa muda utamanya di lingkungan kampus dianggap belum begitu paham mengenai sosok Mede Wianta dan karya-karyanya.

Oleh karena itu, pameran Lupakan Wianta kali ini menitikberatkan pada presentasi linimasanya.

Mulai dari sejarah Wianta dari lahir hingga wafat serta peristiwa penting seperti foto-foto juga dipamerkan.

Eddy mengungkapkan, seniman muda sekarang terputus jaringan informasinya terhadap seniman senior.

Itulah yang mengakibatkan ketidakenalannya terhadap Wianta sehingga lahir pameran Lupakan Wianta.

Namun, menurutnya, itu tidak hanya terhadap Made Wianta saja, tetapi seluruh seniman yang satu generasi dengannya. "Karena seniman masa itu hingga sekarang banyak yang tidak peduli membikin arsip," ujarnya.

Atas dasar itu, ia menilai, sosok Wianta yang tidak dikenal tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena generasi muda sekarang.

Hal itu karena ada kesenjangan informasi di kalangan muda karena arsipnya tidak banyak.

Eddy menegaskan, persoalan arsip di kalangan seniman menjadi kunci sekarang ini dan juga menjadi problem.

Agar seniman masa lalu menjadi referensi, bisa terus dibaca, dapat dicontoh generasi penerusnya. "Persoalannya arsipnya terbatas," tuturnya.

Menurutnya, arsip seniman yang dimaksud dapat berupa buku dan katalog pameran.

Selain itu, bisa juga berupa foto-foto peristiwa seni yang dibukukan atau tidak. Arsip seni rupa itu mendokumentasikan seluruh kegiatan dan karya-karyanya.

"Kalau tidak dilakukan arsip lama-kelamaan banyak kalangan yang melupakan sosoknya," imbuhnya.

Sementara itu, Kurator Pameran Lupakan Wianta Wahyudin menambahkan, judul tersebu bukan secara harfiah.

Melainkan sebagai metafora yang menyindiri kepada dunia seni rupa Indonesia yang pendek ingatannya.

Terlalu mudah melupakan dan mengabaikan hayat dan karya-karya perupa di Indonesia.

Wianta merupakan perupa penting di Indonesia yang selalu pantas dapat tempat dicatat histiografi seni rupa Indonesia.

"Pentingnya Wianta tidak hanya berkontribusi pada seni rupa tetapi pada sosial, politik dan pengetahuan," bebernya.

Itu karena rumahnya sangat terbuka untuk para mahasiswa dan berbagai kalangan untuk diskusi.

Hal tersebut tidak banyak dilakukan oleh perupa-perupa Indonesia.

Wahyudin menyebut, semuanya ada 113 karya Wianta yang dipamerkan baik drawing sampai lukisan.

Selain itu juga ada foto dan video dokumentasinya. Karya tersebut membentang dari 1979 sampai sekitar pertengahan 2000an.

Menurutnya, tujuan sederhana Lupakan Wianta mencatat hayat dan karyanya dalam satu pameran.

Itu sebagai upaya meyakinkan bahwa Wianta perupa penting yang disayangkan kalau cepat dilupakan. (rul)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Seniman #Perupa Muda #Srisasanti Gallery #foto #Bangkitkan #Sejarah Seni Rupa Indonesia #drawing #RJ Katamsi ISI Yogyakarta #Upaya #Seni #I Made Wianta #lukisan #Kalangan #Pameran #arsip #Lupakan Wianta