RADAR JOGJA - Buah Parijoto memiliki warna merah keunguan jika sudah tua.
Buah Parijoto telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Indonesia, khususnya di daerah pegunungan, seperti di Lereng Gunung Merapi Yogyakarta dan Gunung Muria, Jawa Tengah.
Selain memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, buah Parijoto juga dikaitkan dengan mitos dan legenda yang sangat menarik.
Mitos dan legenda dari buah Parijoto, yaitu:
1. Mitos Kehamilan
Mitos yang paling terkenal tentang buah Parijoto adalah bahwa jika ibu hamil mengkonsumsi buah ini, anak yang lahir akan berparas rupawan.
Mitos ini telah berkembang sejak tahun 1980-an dan masih dipercaya oleh masyarakat di sekitar Gunung Muria.
Menurut beberapa sumber, buah Parijoto diyakini memiliki kandungan antioksidan alami yang dapat meningkatkan kesuburan kaum wanita sehingga mudah mendapatkan keturunan.
Mitos ini juga dikaitkan dengan Sunan Muria, seorang wali yang dikenal dengan kelebihan atau Karomahnya dalam menyembuhkan penyakit dan mendatangkan hujan.
2. Legenda Parijoto
Selain mitos kehamilan, buah Parijoto juga dikaitkan dengan legenda sebagai peninggalan Sunan Muria.
Legenda ini beredar bahwa Sunan Muria meninggalkan berbagai situs keramat yang berkaitan dengan alam, termasuk hutan jati keramat, pohon kayu adem Ati, dan buah Parijoto.
Legenda ini juga menunjukkan bagaimana masyarakat di sekitar Gunung Muria memperlakukan buah Parijoto sebagai sesuatu.
Walaupun jika mitos ataupun legenda yang beredar tidak benar, kita tetap bisa mengonsumsi buah parijoto ini.
Karena memang manfaat buahnya sangat banyak untuk kesehatan manusia.